Ilustrasi. Foto: dok BTN.
Ilustrasi. Foto: dok BTN.

BTN Sukses Raup Laba Rp774 Miliar di Kuartal I-2022, Tumbuh 23%

Ekonomi Perbankan BTN transformasi digital Dana Pihak Ketiga Laba Perusahaan Kredit Perbankan KPR subsidi
Annisa ayu artanti • 22 April 2022 13:33
Jakarta: PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berhasil mencatat laba bersih sepanjang kuartal I-2022 senilai Rp774 miliar. Perolehan tersebut melonjak 23,89 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp625 miliar.
 
Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo menjelaskan, pertumbuhan laba bersih BTN pada periode ini ditopang oleh kenaikan penyaluran kredit, pengelolaan aset kredit bermasalah, efisiensi biaya dana, dan operasional.
 
Selain itu, transformasi digital yang dirancang sejak dua tahun terakhir juga mulai memberikan dampak positif dalam bentuk akuisisi nasabah baru, perluasan akses pasar, dan produktivitas karyawan. Perbaikan di banyak aspek membuat indikator kinerja keuangan berada dalam tren positif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ditinjau dari sisi topline maupun bottom line, kinerja kami tumbuh menggembirakan. Pencapaian ini berkat bisnis model dan implementasi strategi yang tepat," ujar Haru dalam Paparan Kinerja Keuangan Kuartal I-2022, Jumat, 22 April 2022.
 
Haru menjelaskan, keberhasilan pemerintah dalam memulihkan ekonomi nasional telah berdampak positif terhadap penyaluran kredit termasuk ke sektor perumahan.
 
Sepanjang periode Januari-Maret 2022, BTN berhasil menyalurkan kredit mencapai Rp277,13 triliun meningkat 6,04 persen dari posisi yang sama tahun lalu senilai Rp261,34 triliun.
 
Menurut Haru, penyaluran kredit perumahan masih mendominasi total kredit perseroan pada kuartal I-2022. Adapun kredit perumahan yang disalurkan BTN hingga akhir Maret 2022 mencapai Rp248,57 triliun.
 
Dari jumlah tersebut KPR Subsidi pada kuartal I-2022 masih mendominasi dengan nilai sebesar Rp134,04 triliun tumbuh 9,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp122,96 triliun. Sedangkan KPR Non Subsidi tumbuh 5,16% menjadi Rp84,28 triliun pada kuartal I-2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp80,14 triliun.
 
"Kami memacu kredit dengan sangat memperhatikan prinsip kehati-hatian. Maka itu, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) kami terus membaik. NPL Gross di level 3,6 persen, lebih rendah dari sebelumnya di level 4,25 persen. Sedangkan NPL Nett sebesar 1,28 persen, turun dari posisi 1,94 persen," tutur Haru.
 
Kenaikan kredit itu berdampak pada pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) yang tumbuh 28,81 persen pada kuartal I-2022 menjadi Rp3,57 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,77 triliun.
 
Lonjakan NII tersebut membuat rasio net interest margin (NIM) BTN juga mengalami kenaikan dari 3,31 persen pada akhir Maret 2021 menjadi 4,29 persen di kuartal I-2022.
 
Haru menambahkan, meski rasio NPL mengalami perbaikan, BTN pada kuartal I-2022 tetap menaikkan rasio cadangan atau Coverage Ratio menjadi 146,73 persen dari 115,93 persen pada kuartal I-2021.
 
Lebih lanjut, dari sisi dana pihak ketiga (DPK), Haru mengungkapkan pada kuartal I-2022 perolehan DPK Bank BTN mencapai Rp290,53 triliun. Dari jumlah tersebut perolehan dana murah atau CASA mencapai Rp128,26 triliun naik sebesar 13,85 persen dibandingkan akhir Maret 2021 sebesar Rp112,66 triliun.
 
"Kenaikan CASA yang cukup tinggi tersebut membuat porsi dana murah mengalami kenaikan menjadi 44,15 persen dari total DPK BTN pada kuartal I-2022," jelasnya.
 
Haru menegaskan, kenaikan dana murah BTN berhasil menekan biaya dana atau cost of fund BTN pada kuartal I-2022 menjadi 2,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,69 persen.
 
Fokus BTN dalam menggenjot perolehan dana murah dan memangkas dana mahal telah membuat total deposito perseroan mengalami penurunan 10,96 persen menjadi Rp162,27 triliun pada kuartal I-2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp182,25 triliun.
 
"Strategi ini membuat yang biasanya porsi dana mahal atau deposito selalu di atas 60 persen, pada kuartal I-2022 ini mengalami penurunan menjadi hanya 55,85 persen," pungkasnya.

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif