Ilustrasi. FOTO: MI/Himanda Amrullah
Ilustrasi. FOTO: MI/Himanda Amrullah

Bos LPS: Fondasi Perbankan Sokong Pemulihan Ekonomi Nasional

Husen Miftahudin • 20 Mei 2022 21:00
Jakarta. Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kondisi perbankan nasional dari sisi likuiditas sudah membaik dibandingkan 2020. Pada saat itu, kondisi likuiditas perbankan sempat terganggu sebagai dampak dari pandemi covid-19.
 
"Sekarang fondasi perbankan kita amat baik dan otomatis perekonomian Indonesia juga bagus, fungsi intermediasi perbankan sudah pulih bukan karena dipaksa tetapi karena market mechanism yang bekerja dengan baik," ujar Purbaya dalam keterangan tertulis, Jumat, 20 Mei 2022.
 
Purbaya mengungkapkan bila pada 2020 pemerintah tidak berhati-hati, maka akan terjadi beberapa bank yang berguguran. Akan tetapi berkat upaya pemerintah yang merubah kebijakan ekonomi moneter dan fiskal, akhirnya kondisi yang dikhawatirkan tersebut tidak terjadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kebijakan itu salah satunya adalah mendorong uang agar berada di sistem perekonomian. Merubah kebijakan tersebut pun tidak mudah, sebab ada beberapa ekonom yang mempunyai pandangan berbeda. Tetapi berkat arahan langsung Presiden, pada akhirnya kebijakan itu dapat berjalan dan uang kembali berada di sistem perekonomian," tambahnya.
 
Kemudian dari sisi cost of capital pun pemerintah  coba turunkan serendah mungkin, yakni dengan kebijakan suku bunga yang mengikuti kebijakan bank sentral dengan kebijakan Tingkat Bunga Penjaminan LPS yang turun ke angka 3,5 persen.
 
"Jadi cost of capital lebih murah, dan diharapkan menguntungkan perbankan, dan dengan adanya uang yang lebih banyak di sistem perekonomian maka ekonomi dapat berjalan lebih cepat," jelasnya.
 
RI mampu halau ketidakpastian global
 
Mengenai ketidakpastian global, Purbaya menyatakan tetap optimistis. Hal tersebut karena dalam beberapa bulan ini kebijakan pemerintah dinilai sudah tepat untuk mendorong domestic demand maupun ekonomi domestik.
 
"Jadi jika kondisi perekonomian global kita memburuk, selama kita bisa memformulasikan kebijakan ekonomi yang baik dan menjaga permintaan dalam negeri harusnya kita tumbuh. Terlebih jika peran serta perbankan yang terus menyalurkan kredit dan terus bekerja. Dengan kondisi seperti itu kami dapat dikatakan perekonomian kita resilience," tegas dia.
 
Ia menekankan masyarakat tak perlu khawatir terhadap ketidakpastian perekonomian global. Sebab, Indonesia sudah belajar dari berbagai krisis yang pernah menerpa sebelumnya.
 
"Jangan terlalu khawatir, sebab kita sudah belajar dari krisis 1997-1998, dan saat ini kami sebagai otoritas keuangan juga semakin kompak dan koordinasi dengan perbankan juga lebih intens. Perbankan juga jangan ragu memberikan kredit dan kalangan pengusaha juga jangan takut untuk ekspansi bisnisnya," tutupnya.

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif