Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria. FOTO: MI/MOHAMAD IRFAN
Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria. FOTO: MI/MOHAMAD IRFAN

Penyaluran Kredit Maybank Indonesia Turun 9,7% di Kuartal III

Angga Bratadharma • 01 November 2021 07:17
Jakarta: PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) mencatat penyaluran kredit sebesar Rp98,79 triliun di kuartal III-2021 atau turun sebanyak 9,7 persen ketimbang periode yang sama di tahun sebelumnya. Meski turun, tapi Maybank tetap menerapkan risk appetite yang konservatif pada penyaluran kredit yang disetujui untuk menjaga kualitas aset.
 
Kredit turun 9,7 persen menjadi Rp98,79 triliun yang disebabkan oleh penurunan kredit pada segmen global banking sebesar 6,0 persen dan kredit Community Financial Services (CFS) sebesar 11,5 persen. Kredit CFS Non-Ritel dan kredit CFS Ritel masing-masing turun sebesar 17,0 persen dan 5,5 persen.
 
Portofolio Kredit Pemilikan Rumah (KPR) CFS-Ritel, yang pada kuartal sebelumnya mengalami fase pembalikan (turnaround), masih bertumbuh positif sebesar 5,9 persen pada sembilan bulan 2021 menjadi Rp14,82 triliun dari Rp13,99 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Secara kuartalan, KPR juga bertumbuh 2,8 persen dari Rp14,42 triliun di kuartal sebelumnya.  

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Maybank Indonesia mencatat rasio NPL (konsolidasian) menjadi 4,6 persen (gross) dan 2,9 persen (net) pada September 2021, disebabkan oleh penurunan kredit. Meski demikian, Maybank Indonesia mampu menekan NPL kredit sebesar 4,2 persen.
 
Total simpanan nasabah tercatat turun 12,6 persen menjadi Rp101,88 triliun oleh karena menurunnya Simpanan Berjangka (time deposits) sebesar 19,9 persen.  Hal ini selaras dengan strategi untuk mempertahankan likuiditas yang kuat dan basis pendanaan yang efisien dengan mengurangi simpanan berbiaya tinggi.
 
Posisi permodalan tetap kuat dengan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 26,6 persen pada September 2021 ketimbang 23,5 persen pada periode yang sama tahun lalu. Total modal tercatat naik menjadi Rp27,67 triliun pada September 2021 dari Rp26,66 triliun pada September 2020.
 
"Dengan permodalan dan likuiditas yang kuat, kami siap menyambut peluang pertumbuhan, seiring dengan pemulihan ekonomi," kata Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 1 November 2021.
 
Profil pendanaan diklaim makin kuat, tercermin pada rasio CASA di level 44,7 persen dari total simpanan nasabah pada September 2021. Rasio tersebut meningkat dibandingkan dengan 39,7 persen pada periode yang sama tahun lalu. CASA turun tipis 1,5 persen menjadi Rp45,54 triliun pada September 2021 dari periode yang sama tahun lalu.  
 
Posisi likuiditas juga tetap kuat dengan rasio kredit terhadap simpanan atau Loan to Deposit Ratio (LDR bank saja) berada di posisi yang sehat yakni di level 84,5 persen. Sementara, Rasio Kewajiban Pemenuhan Kecukupan Likuiditas/Liquidity Coverage Ratio (LCR bank saja) tercatat sebesar 175,0 persen pada September 2021.
 
"Yang terkelola dengan baik dan berada di atas tingkat minimum yang diwajibkan regulator sebesar 100 persen," pungkasnya.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif