Ilustrasi Pinjaman Luar Negeri. Foto: MI/Rommy Pujianto
Ilustrasi Pinjaman Luar Negeri. Foto: MI/Rommy Pujianto

Yeay! Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia Triwulan II-2022 Turun

Annisa ayu artanti • 15 Agustus 2022 10:47
Jakarta: Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir triwulan II-2022 tercatat sebesar USD403 miliar, turun dibandingkan dengan posisi ULN pada triwulan sebelumnya sebesar USD412,6 miliar.
 
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono mengatakan, perkembangan tersebut disebabkan oleh penurunan posisi ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) dan sektor swasta.
 
"Secara tahunan, posisi ULN triwulan II-2022 mengalami kontraksi sebesar 3,4 persen year on year (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada triwulan sebelumnya yang sebesar 0,9 persen (yoy)," tuturnya dalam siaran pers, Senin, 15 Agustus 2022.

 
Baca juga: Waduh, Penurunan Cadev Diperkirakan Terus Berlanjut

Ia menjelaskan, tren penurunan ULN pemerintah pada triwulan II-2022 berlanjut. Posisi ULN pemerintah pada periode ini sebesar USD187,3 miliar, turun dibandingkan dengan posisi ULN pada triwulan sebelumnya sebesar USD196,2 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Secara tahunan, ULN Pemerintah mengalami kontraksi sebesar 8,6 persen (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada triwulan sebelumnya yang sebesar 3,4 persen (yoy).
 
"Penurunan posisi ULN Pemerintah antara lain karena adanya pelunasan pinjaman bilateral, komersial, dan multilateral yang jatuh tempo selama periode April hingga Juni 2022," jelasnya.
 
Selain itu, ia menjelaskan, pelunasan Surat Berharga Negara (SBN) domestik yang jatuh tempo juga turut mendukung penurunan ULN Pemerintah di triwulan laporan.
 
Di samping itu, volatilitas di pasar keuangan global yang cenderung tinggi juga berpengaruh pada perpindahan investasi SBN domestik ke instrumen lain, sehingga mengurangi porsi kepemilikan investor nonresiden pada SBN domestik.

 
Penarikan ULN pada triwulan II-2022 masih diutamakan untuk mendukung belanja prioritas Pemerintah, termasuk upaya penanganan covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
 
Sementara itu, untuk ULN swasta menurun dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Posisi ULN swasta pada triwulan II-2022 tercatat sebesar USD207,1 miliar, sedikit turun dari USD207,4 miliar pada triwulan I-2022.
 
Secara tahunan, ULN swasta terkontraksi 1,1 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 1,5 persen (yoy).

 
"Perkembangan tersebut disebabkan oleh ULN lembaga keuangan (financial corporations) yang terkontraksi 0,2 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencatat kontraksi sebesar lima persen (yoy)," katanya.
 
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
 
ULN Indonesia pada triwulan II-2022 tetap terkendali, tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap terjaga di kisaran 31,8 persen, menurun dibandingkan dengan rasio pada triwulan sebelumnya sebesar 33,8 persen.
 
Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap sehat, ditunjukkan oleh ULN Indonesia yang tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 86,7 persen dari total ULN.
 
"Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya," pungkasnya.

 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif