Ilustrasi pencatatan saham perdana di pasar modal - - Foto: MI/ Panca Syurkani
Ilustrasi pencatatan saham perdana di pasar modal - - Foto: MI/ Panca Syurkani

Siap-siap, 30 Perusahaan Melantai di Bursa Tahun Ini

Fetry Wuryasti • 16 Januari 2022 13:01
Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 30 perusahaan masuk daftar antrean pipeline pencatatan saham perdana di pasar modal atau initial public offering (IPO) tahun ini.
 
Rinciannya, empat perusahaan aset skala kecil di bawah Rp50 miliar, 14 perusahaan aset skala menengah antara Rp50 miliar sampai Rp250 miliar, dan 12 perusahaan aset skala besar, di atas Rp250 miliar.

Berikut perusahaan yang bersiap IPO berdasarkan sektornya:

  1. 4 perusahaan dari sektor industrials.
  2. 4 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals.
  3. 9 perusahaan dari sektor consumer cyclicals.
  4. 4 perusahaan dari sektor teknologi.
  5. 1 perusahaan dari sektor healthcare.
  6. 2 perusahaan dari sektor energy.
  7. 1 perusahaan dari sektor financials.
  8. 3 perusahaan dari sektor properties and real estate.
  9. 2 perusahaan dari sektor infrastructures.

Di 2021 lalu, telah hadir dua IPO perusahaan teknologi unicorn di tahun, yakni PT Bukalapak.com Tbk, yang menorehkan sejarah sebagai Unicorn pertama di Pasar Modal Indonesia dan di Bursa Kawasan ASEAN dengan total fundraised yang juga terbesar dalam dua dasawarsa terakhir yaitu sebesar USD1,3 miliar atau Rp21,9 triliun.
 
Selain itu, juga ada tercatat PT Dayamitra Telekomunikasi (MTEL) pada November 2021 sebesar Rp18,78 triliun yang juga sebagai IPO anak perusahaan BUMN terbesar yang merupakan perusahaan teknologi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebagaimana kita ketahui juga, saat ini sangat ramai bermunculan unicorn baru di Indonesia sehingga membuat Indonesia sebagai pencetak perusahaan dengan status unicorn terbesar di ASEAN," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, Minggu, 16 Januari 2022.
 
Dengan adanya terobosan baru dari Pasar Modal Indonesia seperti penerapan Saham dengan Hak Suara Multipel (SHSM) untuk IPO dan adanya perubahan peraturan Bursa No I-A.
 
Ketentuan ini memberikan pintu yang lebih luas bagi perusahaan dari berbagai sektor untuk tercatat di Papan Utama atau Papan Pengembangan, BEI optimistis inisiatif ini dapat disambut dengan baik khususnya oleh perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia yang sedang berkembang pesat.
 
"Terkait dengan nama calon Perusahaan Tercatat, Bursa belum dapat menyampaikan informasinya secara detil sampai dengan adanya ijin publikasi dari OJK sebagaimana diatur dalam POJK Nomor X.A.2," terang Nyoman.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif