Ilustrasi mata uang dolar AS - - Foto: dok AFP
Ilustrasi mata uang dolar AS - - Foto: dok AFP

Kurangi Dolar AS, Ini Untungnya bagi Sejumlah Negara

Eko Nordiansyah • 16 Februari 2022 13:09
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku penggunaan mata uang lokal atau Local Currency Settlement (LCS) dalam transaksi bilateral memiliki banyak keuntungan. Salah satunya dapat mengurangi ketergantungan terhadap mata uang tertentu.
 
Dengan kebijakan LCS ini, perdagangan antarnegara bisa dilakukan tanpa harus mengonversikan dahulu ke mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Artinya perdagangan maupun investasi tidak akan terganggu ketika terjadi gejolak mata uang asing.
 
"Tujuan LCS adalah untuk mengurangi ketergantungan pada satu mata uang khususnya, dolar AS. Ini tentunya diharapkan bisa membuat stabilitas lebih baik dari hubungan perdagangan dan investasi," kata dia dalam Finance Track Main & Side Event February Series, Rabu, 16 Februari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan, saat ini Indonesia telah memiliki inisiatif pelaksanaan LCS dengan sejumlah negara bilateral seperti Malaysia, Thailand, Jepang, dan Tiongkok. Langkah ini tentunya bisa memfasilitasi perdagangan dan investasi langsung kedua negara.
 
"LCS juga memberikan cost yang lebih murah dari transaksi, karena kebutuhan atau dalam hal ini trader tidak perlu untuk mengkonversi mata uangnya kepada dolar AS," ungkapnya.
 
Sri Mulyani mengapresiasi langkah Bank Indonesia (BI) yang telah membuka kerja sama LCS dengan sejumlah negara sejak 2018 lalu. Ia berharap penggunaan LCS ini bisa diimplementasikan secara global, sehingga bisa menguntungkan bagi semua negara.

 
"Karena ini juga membuat financial safety net untuk transaksi finansial antara negara dan mengurangi risiko vulnerabilitas karena shock ekonomi global yang membuat ketidakstabilan finansial," pungkas dia.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif