Dikutip dari Investing berdasarkan data pasar valuta asing, mata uang rupiah melemah ke level Rp17.927,8 atau naik 32,8 poin setara 0,18 persen.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah pergerakan Indeks Dolar AS (DXY) yang justru terkoreksi 0,49 persen ke level 101,838. Kondisi ini menunjukkan pergerakan rupiah tidak hanya dipengaruhi oleh dinamika dolar AS secara umum, tetapi juga faktor lain di pasar valuta asing.
Baca Juga :
Rupiah Makin Dekat ke Rp18.000/USD
Di pasar komoditas, harga emas dunia justru melanjutkan penguatan. XAU/USD naik 0,85 persen atau 35,07 poin ke level USD4.140,40 per troy ons.
Sementara itu, pergerakan mata uang utama dan regional terhadap rupiah terpantau bervariasi. Yen Jepang menguat 0,27 persen ke level Rp113,64, sedangkan dolar Singapura naik 0,18 persen menjadi Rp13.979,92.
Mata uang Baht Thailand juga mencatat penguatan tipis sebesar 0,06 persen ke posisi Rp533,948. Adapun euro bergerak stagnan di level Rp20.028.
Sebaliknya, mata uang yuan China melemah 0,07 persen terhadap mata uang rupiah ke posisi Rp2.678,96. Kemudian mata uang Ringgit Malaysia turut terkoreksi 0,07 persen terhadap rupiah menjadi Rp4.391,93.
Tekanan paling besar di antara mata uang regional yang tercantum terjadi pada won Korea Selatan. Mata uang tersebut turun 0,65 persen ke level Rp13,2846.
Pergerakan pasar tersebut memperlihatkan rupiah masih berada di bawah tekanan terhadap dolar AS dan sejumlah mata uang regional, meskipun indeks dolar AS mengalami pelemahan.