Penguatan terjadi seiring meningkatnya optimisme pelaku pasar yang mendorong aksi beli di sejumlah indeks utama kawasan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi salah satu yang mencatatkan kenaikan signifikan. Berdasarkan data perdagangan, Senin pagi, 15 Juni 2026, IHSG menguat 3,40 persen atau naik 204,43 poin ke level 6.212,08.
Penguatan terbesar di kawasan dibukukan oleh indeks saham Filipina. PSEi Composite melonjak 5,62 persen atau 332,36 poin ke posisi 6.242,42.
| Baca juga: Ketegangan Timur Tengah Meningkat, IHSG Diproyeksi Volatil Sepanjang Perdagangan |
Kenaikan juga terjadi pada pasar saham Jepang. Indeks Nikkei 225 melesat 5,39 persen atau 3.560,46 poin ke level 69.580,50. Sementara itu, indeks KOSPI Korea Selatan naik 5,38 persen atau 437,32 poin menjadi 8.560,94.
Di kawasan Asia Tenggara, indeks Straits Times Singapura menguat 1,37 persen. Bursa Thailand
melalui indeks SET naik 1,28 persen ke level 1.592,41.
Pasar saham China juga bergerak positif. Shanghai Composite tercatat naik 1,10 persen ke level 4.076,02. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,43 persen ke posisi 24.825,50.
Adapun indeks VNI Vietnam naik 0,81 persen menjadi 1.806,08, sedangkan indeks KLCI Malaysia bertambah 0,73 persen ke level 1.695,87.
Kinerja positif yang terjadi hampir di seluruh bursa Asia menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko.
Sentimen tersebut turut menopang pergerakan IHSG yang berhasil mencatat salah satu penguatan terbesar di kawasan pada sesi perdagangan pagi ini.
Sentimen Global
Dari mancanegara, Presiden Donald Trump pada akhir pekan mengumumkan tercapainya kesepakatan damai dengan Iran yang juga mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.Pemerintah Iran telah menyatakan persetujuannya terhadap kesepakatan tersebut dan penandatanganan resmi dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026, di Swiss.
Langkah ini dinilai mencerminkan sikap Trump yang lebih defensif menjelang pemilu sela (midterm election) November 2026 guna menjaga posisi Partai Republik di Kongres.
Sentimen positif dari kesepakatan tersebut langsung tercermin di pasar keuangan global. Harga minyak mentah Brent turun 4 persen menjadi USD83,8 per barel pada 15 Juni 2026 seiring meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi.
Sementara itu, pelaku pasar pada pekan ini masih menantikan hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda