Berdasarkan data pantauan pasar valuta asing sekitar pukul 09.20 WIB, mata uang rupiah berada di level Rp17.998,5 atau melemah sebesar 33,5 poin atau sekitar 0,19% terhadap rupiah. Pergerakan rupiah tersebut terjadi ketika Indeks Dolar AS (DXY) relatif stagnan. DXY tercatat berada di level 100,923, turun tipis 0,003 poin.
Baca juga: Rupiah Tertekan Terhadap Mata Uang Paman Sam dan Regional Asia |
Tekanan terhadap rupiah juga terlihat dari pergerakan sejumlah mata uang Asia Timur. Won Korea Selatan (KRW) menguat 0,15% terhadap rupiah ke level Rp13.258,4 per won dan berada di level tertinggi dalam 52 minggu.
Sementara itu, yuan China (CNY) menguat tipis 0,02% ke posisi Rp2.683,63 per yuan. Level tersebut juga berada di kisaran tertinggi dalam 52 minggu.
Di sisi lain, rupiah masih mencatatkan penguatan terhadap sejumlah mata uang regional dan global. Dolar Singapura (SGD) melemah 0,06% terhadap rupiah ke level Rp14.085,58. Baht Thailand (THB) turun 0,02% ke posisi Rp535,68. Yen Jepang (JPY) juga terkoreksi tipis 0,01% ke level Rp114,40. Sementara euro (EUR) relatif stagnan di posisi Rp20.452 per euro.
Harga Emas Menguat
Di pasar komoditas, harga emas dunia terpantau bergerak menguat. Harga emas spot (XAU/USD) naik 19,17 poin atau 0,47% ke level US$4.134,17 per troy ons.Penguatan emas tersebut menunjukkan pergerakan positif harga logam mulia di tengah dinamika pasar valuta asing global.
Emas dunia secara umum menjadi salah satu aset yang banyak diperhatikan investor ketika terjadi peningkatan ketidakpastian di pasar keuangan. Namun, pergerakan harga emas tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk nilai dolar AS, suku bunga, dan kondisi pasar global.