PT Hassana Boga Sejahtera Tbk menyelenggarakan paparan publik sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO). Foto: Perusahaan.
PT Hassana Boga Sejahtera Tbk menyelenggarakan paparan publik sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO). Foto: Perusahaan.

Siap-siap, Pembuat Produk Makanan Bayi Ini Siap IPO

Arif Wicaksono • 09 Januari 2023 16:31
Jakarta: PT Hassana Boga Sejahtera Tbk menyelenggarakan paparan publik sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Perseroan akan menawarkan sebanyak 510 juta saham atau sebanyak 20 persen dari total kepemilikan saham setelah penawaran umum.
 
baca juga: Bank Sumut Siap Kebut Ekspansi Kredit hingga Layanan Digital

Direktur Utama PT Hassana Boga Sejahtera Tbk Lutfiel Hakim mengatakan, setelah hampir tujuh tahun bersama dengan ibu Indonesia, sudah saatnya NAYZ menjangkau lebih banyak lagi pasar dan produk.
 
"Dengan IPO, kami ingin manfaat produk ini betul-betul menjangkau konsumen di mana pun berada, didukung pengembangan inovasi produk yang lebih maksimal,” ungkapnya dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin, 9 Januari 2023.
 
Lutfiel menjelaskan jika kelahiran bayi di Indonesia saat ini ada di angka 4,8 juta sampai lima juta per tahun, dan itu cukup menjadi dasar kenapa produk-produk terkait keperluan bayi banyak diminati.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami punya positioning yang menarik sebagai makanan pendamping ASI (yang dimasak dari rumah (homemade), tapi juga memberikan added value berupa bahan organik dan terfortifikasi. Pada dasarnya produk ini Indonesia sekali. Baik sumber bahan baku maupun citarasanya,” terang Lutfiel.
 
Hal ini pun selaras dengan visi yang dimiliki oleh Perseroan, yaitu menjadikan PT Hassana Boga Sejahtera Tbk sebagai perusahaan Indonesia terbaik yang menginspirasi kehidupan manusia dengan produk makanan yang halal, sehat, dan bergizi seimbang. Kunci kesuksesan menurut Lutfiel adalah bergerak sesuai value sendiri.
 
"NAYZ telah menjadi value bagi banyak sekali ibu-ibu muda yang sibuk, tetapi ingin tetap berperan memberikan cinta kasih berupa makanan sehat kepada anak-anaknya. Kami fasilitasi itu semua dengan mengkonsep produk yang value-nya sangat tinggi, yaitu cinta dan kebaikan hati seorang ibu, dalam bentuk MPASI yang dimasak tanpa repot dari rumah, dengan tangan ibu sendiri," paparnya.
 
Lutfiel menerangkan jika kekuatan utama NAYZ adalah produk yang 100 persen bahan bakunya dari Indonesia, dihasilkan petani-petani Indonesia. NAYZ mengusung konsep noninstan produk yang harus dimasak, namun dalam waktu yang lebih singkat. Hal ini sangat cocok dengan budaya ibu Indonesia yang rata-rata menyukai masakan.
 
Perseroan memiliki misi menciptakan pangan yang sedekat mungkin dengan aslinya (pure food), memastikan sumber dan proses pangan dengan kualitas terbaik dan legal, membangun lingkungan industri yang selaras dengan alam, serta menciptakan inovasi pangan berbasis produk pertanian organik.
 
Dalam proses Penawaran Umum Perdana Saham ini, Perseroan telah memilih PT Surya Fajar Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Masa penawaran awal akan berlangsung pada 2-11 Januari 2023.
 
Masa Penawaran Umum akan berlangsung pada 26 Januari 2023 sampai 31 Januari 2023 dengan kisaran harga saham Rp100 sampai dengan Rp120 per lembar. Perseroan diharapkan dapat mengumpulkan dana sebanyak-banyaknya Rp61,2 miliar.
 
Sebesar Rp4.214.750.000 akan digunakan oleh Perseroan untuk belanja modal berupa pelunasan pembelian tanah yang berlokasi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pembelian tanah ini akan digunakan untuk pembangunan pabrik.
 
Sekitar Rp30 miliar akan digunakan Perseroan untuk belanja modal berupa pembangunan pabrik, pembelian mesin, dan peralatan pabrik yang berlokasi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
 
Seluruh transaksi akan dilakukan oleh pihak ketiga. Transaksi pembangunan pabrik direncanakan akan dilakukan pada kuartal I-2023. Sedangkan, untuk pembelian mesin dan peralatan pabrik akan dilakukan pada kuartal IV-2023.
 
Sisanya, modal akan digunakan Perseroan untuk modal kerja seperti pembelian bahan baku, marketing dan promosi, dan biaya operasional perseroan.
 
Pemegang saham Hassana Boga Sejahtera saat ini adalah PT Hassana Investa Utama 50,98 persen, PT Asiavesta Investama Jaya 24,51 persen, Achmad Machlus Sadat 19,61 persen, dan PT Nusa Perkasa International 4,90 persen.
 
PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) memiliki beberapa produk yang dikhususkan untuk memenuhi gizi untuk para bayi di Indonesia. Beberapa produk tersebut di antaranya Nayz Bubur MPASI, Bubur Nayz Tematik, Bubur Nayz Kaleng, Nayz Cereal, Kaldu Nayz, dan Nayz Puding Susu. Produk-produk ini pun telah tersertifikasi oleh beberapa lembaga terpercaya, seperti Good Manufacturing Practices (GMP), Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Organik Indonesia, serta Halal MUI.
 
Produk andalan dari perseroan adalah NAYZ, Makanan Pendamping ASI (MPASI) homemade, organik dan fortifikasi yang cocok untuk Ibu milenial di Indonesia. Berbahan dasar beras organik, diperkaya campuran sayuran hijau seperti brokoli, wortel, buncis, sebagai protein nabati dan ikan, ayam, sapi sebagai protein alami ini sebagai MPASI Pokok.
 
Prospek industri dari perseroan terbilang sangat unik dan menarik. Diproyeksikan pada tahun 2035, populasi di Indonesia akan mengalami pertumbuhan penduduk yang sangat besar. Kenaikan volume pertumbuhan penduduk diperkirakan sebesar 67 juta orang, atau sebesar 28 persen dari 2010 sampai 2035.
 
Populasi negara Indonesia diperkirakan akan terus meningkat sebesar 3-7 persen hingga 2035. Hal ini pun diperkuat dengan data dari Badan Pusat Statistik yang menunjukkan bahwa total jumlah penduduk di Indonesia terus meningkat selama empat tahun terakhir.  Dari data tersebut, rata-rata kelahiran bayi di Indonesia per 2020 sekitar 4,79 juta kelahiran.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id.
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif