Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

Kurs Rupiah Pagi Dibuka Menguat di Rp15.646/USD

Antara • 25 November 2022 09:34
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Jumat pagi atau di akhir pekan terpantau menguat. Mata uang Garuda mampu menggilas mata uang Paman Sam setelah risalah pertemuan terbaru Federal Reserve mendorong sentimen risiko.
 
Mengutip Antara, Jumat, 25 November 2022, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi menguat 19 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp15.646 per USD dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.665 per USD.
 
Sementara itu, dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB). Ini terjadi setelah risalah pertemuan terbaru Federal Reserve (The Fed) mendorong sentimen risiko dan membatasi daya tarik greenback di tengah perdagangan lesu karena libur Thanksgiving di AS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,24 persen menjadi 105,8180. Di akhir perdagangan New York, mata uang euro meningkat menjadi 1,0417 dolar AS dari 1,0403 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2118 dolar AS dari 1,2065 dolar AS pada sesi sebelumnya.
Baca: Dongkrak PDB, Sandiaga Ingin Produk Lokal jadi Tuan Rumah

Dolar AS dibeli 138,46 yen Jepang, lebih rendah dari 139,45 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,9427 franc Swiss dari 0,9419 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3335 dolar Kanada dari 1,3360 dolar Kanada. Dolar AS turun menjadi 10,3956 krona Swedia dari 10,4586 krona Swedia.
 
Risalah dari pertemuan November Fed yang dirilis pada Rabu, 23 November 2022 menunjukkan sebagian besar pembuat kebijakan lebih menyukai kecepatan pengetatan yang lebih lambat.
 
Sambil mencatat inflasi masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda yang signifikan, dalam risalah tersebut menyebutkan sebagian besar peserta menilai bahwa perlambatan laju kenaikan kemungkinan akan segera terjadi.
 
Pernyataan tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada pertemuan berikutnya di pertengahan Desember ketimbang kenaikan 75 basis poin yang disampaikan pada masing-masing dari empat pertemuan terakhirnya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif