Ilustrasi. FOTO: Media Indonesia
Ilustrasi. FOTO: Media Indonesia

PermataBank Syariah Resmikan 3 Kantor Cabang Baru

Ekonomi bank permata
Angga Bratadharma • 13 Juni 2020 12:02
Jakarta: Kini beberapa daerah di Indonesia telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi sebagai fase menuju tatanan normal baru (new normal). PermataBank Syariah dalam memberikan pelayanannya kepada nasabah telah menerapkan protokol kesehatan sesuai ketentuan pemerintah dan WHO.
 
Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pengalaman terbaik bagi nasabah untuk mendapatkan pelayanan transaksi dan produk perbankan syariah baik secara offline (dengan bantuan staf) maupun secara online (self-service), PermataBank membuka tiga Kantor Cabang Syariah (KCS) yaitu KCS Depok, KCS Lampung, dan KCS Mataram-Nusa Tenggara Barat.
 
Direktur Unit Usaha Syariah PermataBank Herwin Bustaman mengatakan pembukaan KCS di ketiga lokasi ini merupakan salah satu strategi untuk memperluas jangkauan produk PermataBank Syariah di Indonesia. Adapun di tengah pandemi covid-19, PermataBank Syariah tetap mampu membukukan pertumbuhan aset sebesar dua persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Inovasi digital melalui super app PermataMobile X untuk Shariah Banking juga terus kami lakukan sebagai solusi dalam kondisi new normal nanti. Nilai positif ini juga didukung dengan minat masyarakat terhadap produk syariah yang kian meningkat," tuturnya, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2020.
 
Data statistik perbankan Indonesia dan statistik perbankan syariah menunjukan rata-rata pertumbuhan aset syariah antara 2017 dan 2019 sebesar 14 persen, jauh lebih tinggi dari pertumbuhan aset perbankan umum sebesar delapan persen.
 
Berdasarkan data Global Islamic Economy Report 2018-2019 yang diterbitkan Thomson Reuters, Indonesia merupakan Top 5 Pasar di dunia untuk halal travel dan halal fesyen. Estimasi pengeluaran pada kedua sektor ini mencapai USD274 miliar (halal travel) dan USD361 miliar (halal fesyen) di 2023 sehingga infrastruktur pada kedua sektor ini sangat diperlukan.
 
Berdasarkan jumlah dana pihak ketiga yang dihimpun pada Februari 2020, pangsa pasar bank syariah di Lampung mencapai tujuh persen (setara Rp3,0 triliun). Sedangkan untuk NTB mencapai 30 persen (setara Rp8,8 triliun). Hal ini tentunya memerlihatkan bahwa baik di Lampung maupun Mataram potensi bank syariah tumbuh masih terbuka dengan lebar.
 
Perkembangan bisnis syariah di kedua provinsi tersebut juga solid, terlihat dengan peningkatan pangsa pasar DPK bank syariah yang meningkat di mana pada posisi Februari 2019 (YoY), pangsa pasar bank syariah di Lampung baru enam persen (setara Rp2,6 triliun) sedangkan di NTB berada diangka 25 persen (setara Rp7,4 triliun).
 
Sedangkan secara demografis, wisata halal sedang dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat. Lebih dari itu, pangsa pasar dana pihak ketiga perbankan syariah di provinsi Nusa Tenggara Barat pada posisi Februari 2020 sebesar 30 persen dan terus tumbuh.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif