Ilustrasi perbankan domestik - - Foto: Antara/ Rivan Awal Lingga
Ilustrasi perbankan domestik - - Foto: Antara/ Rivan Awal Lingga

Kondisi Perbankan Domestik Disebut Masih Kuat

Ekonomi Perbankan perbanas
Antara • 01 Juli 2020 12:23
Jakarta: Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menyatakan kondisi industri perbankan domestik masih relatif kuat di tengah pandemi covid-19. Hal ini tercermin dari angka rasio kecukupan modal dan rasio kredit bermasalah.

Ketua Umum Perbanas Kartika Wirjoatmodjo mengatakan rasio kecukupan modal (CAR) perbankan per April 2020 berada di level 22,03 persen dan rasio kredit bermasalah (NPL) tetap rendah yakni 2,89 persen (bruto) dan 1,13 persen (netto).
 
"CAR pada April 2020 memang lebih rendah dibanding posisi akhir 2019, tapi CAR di angka 22 persen menunjukkan kondisi yang baik," ujar Tiko dikutip dariAntara, Rabu, 1 Juli 2020.
 
Sementara itu, rasio alat likuid/non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid/DPK (AL/DPK) per April 2020 terpantau pada level 117,8 persen dan 25,14 persen, jauh di atas ambang batas masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tiko menuturkan industri perbankan harus memiliki permodalan yang sangat kuat dalam menghadapi situasi menantang saat ini. Setiap bank harus menjaga kecukupan modalnya di atas ambang batas yang telah ditentukan.
 
Hal ini tentu menjadi perhatian bersama demi menjaga stabilitas sistem keuangan. Karenanya, Perbanas sangat menghargai upaya dan kerja keras Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memperkuat industri perbankan nasional dengan mendorong investor-investor besar demi menjaga keberlangsungan bank-bank di Indonesia.
 
Lebih lanjut, industri perbankan memang menghadapi situasi yang sangat menantang terkait isu likuiditas, penurunan permintaan kredit, kemampuan debitur dalam membayar pinjaman, hingga isu profitabilitas berupa tekanan marjin.
 
"Namun demikian, Perbanas melihat regulator dan pemerintah telah berupaya mengatasi berbagai permasalahan ini dengan melakukan serangkaian relaksasi dan menempuh sejumlah kebijakan yang diperlukan," tutur dia.
 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif