Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Desi Angriani
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Desi Angriani

Sebanyak 13 Emiten Manfaatkan e-Proxy untuk RUPS

Ekonomi emiten rups ksei
Annisa ayu artanti • 19 Mei 2020 18:07
Jakarta: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat sebanyak 13 emiten telah menggunakan platform electronic proxy (e-proxy) dalam menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
 
Platform dengan nama eASY.KSEI merupakan sistem yang digunakan pemegang saham dalam pemberian kuasa secara elektronik kepada pihak lain untuk hadir pada RUPS. Adapun eASY.KSEI telah diluncurkan pada 20 April 2020.
 
"Hingga hari ini telah dilaksanakan 13 RUPS dan empat RUPSLB dari 13 emiten menggunakan eASY.KSEI yang berjalan dengan baik," kata Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 19 Mei 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan eASY.KSEI merupakan implementasi dari Peraturan OJK (POJK) Nomor 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka, dan POJK Nomor 16/POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka Secara Elektronik.
 
Melalui eASY.KSEI, pemegang saham dapat memberikan kuasa kepada perwakilannya untuk menghadiri RUPS kepada beberapa pihak, antara lain penerima kuasa independen yang disediakan emiten dan penerima kuasa partisipan yang merupakan perusahaan efek atau Bank Kustodian yang mengadministrasikan rekening efek milik pemegang saham.
 
Uriep menuturkan, berdasarkan data 12 Mei 2020, jumlah investor yang memiliki lebih dari satu saham sebanyak lebih dari 50 persen dan total emiten saat ini berjumlah sekitar 600 emiten.
 
Dengan data tersebut kemungkinan pelaksanaan RUPS emiten dilakukan pada waktu yang bersamaan dan di lokasi yang berbeda sangat mungkin terjadi, hal itu akan menyulitkan investor untuk memberikan suaranya.
 
"Implementasi eASY.KSEI diharapkan mampu meningkatkan partisipasi dalam RUPS terutama di Indonesia sebagai negara kepulauan dengan domisili investor yang tersebar di beberapa daerah, baik domestik maupun luar negeri," ucapnya.
 
Di sisi lain, Uriep menambahkan penerapan eASY.KSEI juga merupakan wujud dari dukungan KSEI terhadap pengembangan pasar modal Indonesia. Pasar modal harus siap menghadapi canggihnya dunia tekonologi informasi, terutama di situasi pandemi saat ini yang serba menggunakan platform digital dan video conference. Penggunaan RUPS berbasis daring pun menjadi keniscayaan.
 
"KSEI pun berharap implementasi eASY.KSEI dapat menjadi solusi bagi investor yang harus hadir pada beberapa RUPS yang diselenggarakan di waktu yang bersamaan, sekaligus meningkatkan kenyamanan untuk berpartisipasi dalam RUPS," tukasnya.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif