Komunitas ojek online mengaku regulasi keringanan kredit yang diberikan OJK akibat terjadinya wabah korona tidak diberlakukan dengan semestinya. Foto: Ddok.MI
Komunitas ojek online mengaku regulasi keringanan kredit yang diberikan OJK akibat terjadinya wabah korona tidak diberlakukan dengan semestinya. Foto: Ddok.MI

Relaksasi Kredit Tak Sesuai Harapan Pengemudi Ojek Online

Ekonomi ojek online Kredit Kendaraan virus corona
Ilham wibowo • 02 April 2020 12:38
Jakarta: Stimulus Presiden Joko Widodo yang mendorong keringanan kredit kendaraan dianggap tidak berjalan sesuai harapan para pengemudi ojek online. Alih-alih meringankan beban selama darurat virus korona (covid-19), pembayaran kredit ternyata masih tetap dilakukan.
 
Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono mengatakan pihaknya mendapat banyak keluhan dari pengemudi ojek online lantaran perusahaan pembiayaan atau leasing tetap mewajibkan debitur untuk membayar cicilan jatuh tempo.
 
Padahal, Presiden Joko Widodo berulang kali menyatakan bakal merelaksasi kredit untuk pekerja informal yang terdampak penyebaran virus korona, seperti ojek online, supir taksi, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan nelayan yang akan berlaku mulai April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tenyata tidak sesuai harapan apa yang disampaikan Presiden untuk dilakukan penangguhan bisa sampai setahun," kata Igun kepada Medcom.id, Kamis, 2 April 2020.
 
Kebijakan untuk leasing yang bisa tetap menagih pembayaran kredit dinilai sangat memberatkan meski angkanya berkurang hingga 50 persen. Menurut Igun, meski hanya membayar 50 persen masih dirasakan berat.
 
"Ini yang dikeluhkan dan sekarang penghasilan teman-teman ojek online sndiri itu sudah sangat jatuh," ungkapnya.
 
Igun meminta OJK melakukan kajian ulang terkait regulasi yang telah digulirkan untuk perusahaan leasing. Pengemudi ojek online yang memiliki kredit motor dipastikan hanya akan semakin terbebani dengan denda cicilan yang tidak terbayar.
 
"Sebagai asosiasi pengemudi ojek online kami minta OJK meninjau kembali untuk kebijakan yang dijalankan leasing. Kami ingin tidak ada membayar angsuran sama sekali selama masa pandemi covid-19 karena kami sudah kesulitan mencari order," tuturnya.
 
Igun menambahkan bahwa dampak negatif virus korona terhadap perekonomian di Tanah Air bukan keinginan semua pihak. Karenanya, kebijakan gotong-royong untuk bisa saling membantu di masa darurat ini sangat diperlukan.
 
"Untuk kebutuhan sembako sehari-hari saja kami itu sudah tidak bisa memenuhi, apalagi kalau harus ada membayar angsuran pada masa sulit seperti ini," tuturnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif