Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

Rupiah Pagi Menguat di Tengah Kebijakan Moneter Agresif The Fed

Ekonomi rupiah rupiah menguat Kurs Rupiah Dolar AS
Angga Bratadharma • 11 Mei 2022 09:48
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi dibuka menguat ketimbang penutupan perdagangan di hari sebelumnya di posisi Rp14.554 per USD. Mata uang Garuda mampu menghantam mata uang Paman Sam di tengah meningkatnya tensi geopolitik dan rencana The Fed yang kian agresif menaikkan suku bunga.
 
Mengutip Bloomberg, Rabu, 11 Mei 2022, perdagangan pagi dibuka menguat ke posisi Rp14.530 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.508 hingga Rp14.530 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di level Rp14.477 per USD.
 
Sementara itu, dolar menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah berfluktuasi antara kenaikan moderat dan penurunan di awal sesi saat bertahan di dekat level tertinggi dua dekade menjelang pembacaan data inflasi yang dapat memberikan petunjuk tentang jalur kebijakan moneter Federal Reserve (Fed).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ekuitas juga berombak dan turun dari level tertinggi awalnya, meskipun penurunan imbal hasil obligasi 10-tahun AS di bawah level 3,0 persen membantu mengangkat saham pertumbuhan dan menempatkan Nasdaq dan S&P 500 di jalur untuk menghentikan penurunan beruntun tiga hari.
 
Investor akan mengamati dengan cermat pembacaan indeks harga konsumen April pada Rabu waktu setempat untuk tanda-tanda inflasi mungkin mulai mereda, dengan ekspektasi menyerukan kenaikan tahunan 8,1 persen dibandingkan dengan kenaikan 8,5 persen yang tercatat pada Maret.
 
"Ini tenang sebelum data inflasi besok, jadi ini memungkinkan istirahat untuk aset-aset berisiko," kata Analis Pasar Senior Western Union Business Solutions Joe Manimbo, di Washington, DC
 
"Tidak ada yang meningkat secara material dalam hal pertumbuhan global, kekhawatiran tentang Tiongkok sehingga pasar hanya melihat ada kesempatan sebelum data inflasi besok dan ada sedikit posisi yang terjadi dan itu menguntungkan aset-aset berisiko," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif