Ilustrasi penyediaan uang sebesar Rp27,4 triliun selama lebaran. Foto ; MI/Tri Handiyatno.
Ilustrasi penyediaan uang sebesar Rp27,4 triliun selama lebaran. Foto ; MI/Tri Handiyatno.

BI Tambah Ketersediaan Uang Tunai Jadi Rp202,7 Triliun untuk Ramadan dan Idulfitri

Ekonomi rupiah Bank Indonesia Pemulihan Ekonomi Nasional Lebaran 2022 Ramadan 2022
Eko Nordiansyah • 19 April 2022 19:14
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menambah penyediaan uang sebesar Rp27,4 triliun. Dengan tambahan ini maka total uang tunai yang disediakan oleh bank sentral mencapai Rp202,7 triliun selama periode Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1443H. Di sisi tunai, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada kuartal I-2022 meningkat 13,58 persen (yoy).
 
"BI memperkuat layanan kas kepada masyarakat melalui implementasi digitalisasi layanan kas keliling (PINTAR) menjaga ketersediaan uang tunai, serta memperkuat kerja sama kelembagaan dalam pengedaran uang ke seluruh wilayah NKRI," kata dia dalam video conference, Selasa, 19 April 2022.
 
Meski begitu, transaksi ekonomi dan keuangan digital menunjukkan perkembangan pesat seiring peningkatan akseptasi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja daring. Perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital serta akselerasi digital banking juga mendorong kenikan transaksi ekonomi keuangan digital.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di sisi nontunai, nilai transaksi uang elektronik pada kuartal I-2022 tercatat tumbuh 42,06 persen (yoy), dan untuk keseluruhan 2022 diproyeksikan meningkat 18,03 persen (yoy) hingga mencapai Rp360 triliun," ungkapnya.
 
Selain itu, nilai transaksi digital banking pada kuartal I-2022 juga mengalami peningkatan sebesar 34,90 persen (yoy), dan untuk keseluruhan tahun ini diproyeksikan meningkat 26,72 persen (yoy) hingga mencapai Rp51.729 triliun.
 
BI terus mendorong inovasi sistem pembayaran termasuk dalam rangka mendukung program pemerintah dan percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) serta mendorong akselerasi Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD) yang inklusif dan efisien melalui kebijakan sistem pembayaran nontunai.
 
"Bank Indonesia terus melanjutkan upaya perluasan layanan BI-FAST melalui mobile banking serta meningkatkan komunikasi kepada masyarakat dan lembaga terkait. Sinergi dengan pemerintah juga terus dilakukan untuk mendorong percepatan digitalisasi pembayaran melalui elektronifikasi bansos, transaksi Pemda, dan transportasi," pungkas dia.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif