Ilustrasi. Foto: AFP/ Bay Ismoyo.
Ilustrasi. Foto: AFP/ Bay Ismoyo.

OJK: Profil Risiko Lembaga Jasa Keuangan Semakin Terjaga, Rasio Kredit Macet Turun!

Ekonomi OJK asuransi Perbankan Bank Indonesia jasa keuangan giro wajib minimum Pemulihan Ekonomi Nasional Kredit Macet Stabilitas Sistem Keuangan
Husen Miftahudin • 28 April 2022 11:18
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan profil risiko lembaga jasa keuangan pada Maret 2022 semakin terjaga dengan rasio kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) gross menurun menjadi sebesar 2,99 persen dan rasio NPF Perusahaan Pembiayaan stabil di level 2,78 persen.
 
"Selain itu, Posisi Devisa Neto (PDN) Maret 2022 kembali turun menjadi sebesar 1,37 persen atau berada jauh di bawah ambang batas ketentuan sebesar 20 persen," ungkap OJK dikutip dari keterangan resmi, Kamis, 28 April 2022.
 
Walaupun terdapat penyesuaian likuiditas perbankan sebagai dampak kebijakan kenaikan Giro Wajib Minimum (GWM) Bank Indonesia, namun likuiditas industri perbankan pada Maret 2022 masih berada pada level yang sangat memadai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal tersebut tercermin dari rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit dan Alat Likuid/DPK masing-masing sebesar 143,64 persen dan 32,11 persen, di atas threshold yang masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.
 
"Dari sisi permodalan, perbankan mencatatkan permodalan yang relatif stabil, yakni pada Maret 2022 tercatat sebesar 24,80 persen atau jauh di atas threshold," paparnya.
 
Sementara itu, industri asuransi jiwa dan asuransi umum mencatatkan Risk Based Capital (RBC) yang juga meningkat masing-masing sebesar 535,40 persen dan 322,30 persen yang berada jauh di atas threshold 120 persen.
 
"Begitu pula gearing ratio perusahaan pembiayaan yang tercatat sebesar 1,94 kali atau jauh di bawah batas maksimum 10 kali," terang OJK.
 
OJK menekankan pihaknya secara konsisten akan terus melakukan asesmen terhadap perekonomian dan sektor jasa keuangan bersama pemerintah dan otoritas terkait lainnya.
 
"Selain itu, langkah tersebut juga mengikutsertakan stakeholders dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah momentum pemulihan ekonomi nasional," tutup OJK.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif