Ilustrasi. Foto: dok MI/Adam Dwi.
Ilustrasi. Foto: dok MI/Adam Dwi.

Masih Murah, Saham BBTN Punya Ruang Kenaikan Lebih Besar

Ekonomi Perbankan Emiten Saham BTN laporan keuangan Laba Perusahaan
Ade Hapsari Lestarini • 26 April 2022 12:43
Jakarta: Saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) yang saat ini berada pada rasio PBV di bawah satu kali dinilai masih sangat murah. Kinerja kuartal I-2022 yang gemilang, membuat saham BBTN diibaratkan saham bagus yang salah harga.
 
"Rasio PBV BBTN masih murah, undervalued. Jadi, jika dibandingkan bank lainnya, atau sesama bank BUMN, BBTN punya ruang kenaikan (upside) lebih besar," ujar Financial Expert Ajaib Sekuritas Yazid Muammar, Selasa, 26 April 2022.
 
Rasio PBV saham BBTN yang di bawah satu kali, lanjut Yazid, tergolong sangat murah. Bandingkan dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang memiliki rasio PBV masing-masing sebesar 1,27x, 1,73x, dan 2,39x. Jika dibandingkan dengan bank yang terafiliasi dengan pemerintah, seperti Bank BJB (BJBR), Bank Jatim (BJTM), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), dan PT Argo Pantes Tbk (ARGO), rasio buku BBTN juga masih lebih murah. "Ini saham bagus, tapi salah harga," imbuh Yazid.

Laporan keuangan kuartal I-2022

Menurut Yazid, laporan keuangan BBTN pada kuartal I-2022 sangat positif, sehingga investor merespons positif hal tersebut dengan kenaikan saham BBTN lebih dari enam persen dalam dua hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menilai kinerja positif BBTN tak lepas dari kemampuan industri properti dan perumahan yang terbukti tangguh melewati krisis ekonomi akibat pandemi sejak dua tahun lalu. Di saat sektor ekonomi lain terpuruk, industri properti bukan hanya mampu bertahan juga menjadi tulang punggung pemulihan ekonomi nasional.  "Jadi, ketika pandemi berlalu dan sektor ekonomi lain mulai bangkit, industri properti bisa berlari lebih kencang," jelas Yazid.
 
Hal senada diungkapkan Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta. Menurut Nafan, pertumbuhan kinerja BBTN disinyalir menjadi pendorong harga saham pada perdagangan di bursa saham dalam dua hari ini. Harga saham BBTN saat ini mencerminkan rasio PBV di bawah satu kali, jauh lebih rendah dibandingkan bank BUMN lainnya.
 
"Saya melihat kenaikan karena apresiasi dari investor yang melihat kinerja perbankan sudah sangat positif, didorong oleh pertumbuhan kredit dan pemulihan ekonomi. Di sisi lain, PBV di bawah satu kali atau saya lihat saat ini 0,8x juga masih undervalue dan menjadi opportunity buat investor untuk membeli saham BBTN, selain karena kinerjanya yang meningkat," katanya.

Selain kinerja yang solid, berikut beberapa katalis positif bisa menjadi pertimbangan investor dalam membeli saham BBTN:

  1. Manajemen BBTN menegaskan tengah merampungkan superapp yang menjadi platform bersama seluruh ekosistem industri properti dan perumahan.
  2. BTN juga sudah meng-upgrade aplikasi BTN Property yang memampukan perusahaan memperluas akses pasar ke segmen milenial sekaligus memangkas proses persetujuan kredit.
  3. Rencana penambahan modal melalui penerbitan saham baru dengan skema rights issue. Tambahan modal ini membuat rasio kecukupan modal meningkat menjadi di atas 25 persen, sehingga memberi ruang lebih besar bagi BBTN dalam menjalankan agenda pemerintah di pengadaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Serta tidak menutup kemungkinan, tambahan modal memampukan BTN untuk tumbuh secara anorganik melalui akuisisi. "Agenda rights issue sangat penting dan membawa BTN ke level lebih tinggi. Dan ini sebagai peluang buat BTN untuk ekspansif di tengah kebangkitan sektor properti," tegas Direktur PT Ekuator Swarna Investama dan Ketua Bidang Pendidikan Hans Kwee.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif