Rupiah. Foto: MI.
Rupiah. Foto: MI.

Rupiah Sentuh Rp17.817/USD, Harga Emas dan Mayoritas Mata Uang Asia Menguat

Arif Wicaksono • 29 Mei 2026 09:11
Ringkasnya gini..
  • Berdasarkan data perdagangan Investing pada pukul 09.01 WIB, kurs rupiah berada di level Rp17.817 per dolar AS.
  • Penguatan mata uang Negeri Paman Sam juga tercermin dari Indeks Dolar AS (DXY) yang naik tipis 0,02 persen ke level 98,982.
Jakarta: Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Jumat pagi, 29 Mei 2026. Pergerakan ini terjadi di tengah sentimen global yang masih membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati terhadap aset berisiko.
 
Baca juga:  Ekonom Soroti Tugas Berat Rupiah Redam Tekanan Global dan Domestik

Berdasarkan data perdagangan Investing pada pukul 09.01 WIB, kurs rupiah berada di level
Rp17.817 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 56,2 poin atau sekitar 0,32 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
 
Penguatan mata uang Negeri Paman Sam juga tercermin dari Indeks Dolar AS (DXY) yang naik tipis 0,02 persen ke level 98,982. Kenaikan indeks dolar menunjukkan dolar AS masih mempertahankan dominasinya terhadap sejumlah mata uang global di tengah ketidakpastian ekonomi internasional.
 
Di sisi lain, harga emas dunia turut bergerak naik. XAU/USD tercatat berada di level 4.508,33 atau menguat 12,50 poin setara 0,28 persen. Penguatan emas menunjukkan minat investor terhadap aset safe haven masih cukup tinggi seiring dinamika pasar global.

Mayoritas mata uang Asia terhadap rupiah juga mengalami penguatan pada perdagangan pagi ini. Ringgit Malaysia tercatat naik 0,21 persen ke level Rp4.490,41, sementara baht Thailand menguat 0,12 persen menjadi Rp546,793.  Euro terhadap rupiah juga naik 0,10 persen ke posisi Rp 20.730, sedangkan yuan China menguat tipis 0,04 persen ke level Rp2.630,72.
 
Meski demikian, tidak semua mata uang bergerak positif terhadap rupiah. Dolar Singapura justru melemah 0,08 persen ke level Rp13.957,03. Yen Jepang juga terkoreksi 0,11 persen ke posisi Rp111,83 terhadap rupiah.
 
Pergerakan pasar keuangan global saat ini masih dipengaruhi ekspektasi investor terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia, termasuk The Fed. Selain itu, ketegangan geopolitik serta perlambatan ekonomi global turut menjadi faktor yang menjaga penguatan dolar AS dan menopang harga emas sebagai instrumen lindung nilai.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan