Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG dibuka menguat 41,79 poin atau 0,67 persen ke level 6.273,57, melanjutkan tren positif dari perdagangan sebelumnya.
Pada saat yang sama, indeks saham unggulan LQ45 juga ikut menguat 6,25 poin atau 1,00 persen ke posisi 634,00.
Saham Perbankan Jadi Penopang Penguatan IHSG
Pada perdagangan hari sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,91 persen ke level 6.231,70, didukung penguatan saham-saham perbankan serta konlomerasi, meski harga minyak dunia sempat melonjak ke atas USD90 per barel akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hariannya menyatakan kenaikan IHSG juga terjadi di tengah pergerakan bursa Asia yang cenderung bervariasi.
| Baca juga: IHSG Dibuka Menguat Hadapi Tekanan dari Wall Street |
Investor Tunggu Hasil RDG Bank Indonesia
Untuk perdagangan hari ini, tim riset mengatakan pasar akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, dengan konsensus memperkirakan BI Rate tetap di level 5,75 persen."Selain keputusan suku bunga, investor akan menyoroti forward guidance Bank Indonesia terkait stabilitas Rupiah, inflasi, dan prospek arus modal asing," kata tim riset dikutip pada Selasa, 21 Juli 2026.
Dari global, perhatian juga tertuju pada keputusan Loan Prime Rate (LPR) China, European Central Bank (ECB), serta rilis data
perdagangan dan inflasi Jepang.
Secara teknikal, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan secara terbatas selama bertahan di atas support 6.100-6.130, dengan peluang menguji resistance 6.240–6.300.
"Momentum jangka pendek masih positif, namun sikap wait and see menjelang keputusan bank sentral diperkirakan dapat membatasi ruang penguatan indeks," tutur tim riset.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda