Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko - - Foto: Medcom/ Desi Angriani
Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko - - Foto: Medcom/ Desi Angriani

Survei BI: Penjualan Eceran September 2020 Melanjutkan Tren Perbaikan

Ekonomi Bank Indonesia ritel
Eko Nordiansyah • 11 November 2020 12:46
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyebut penjualan eceran pada September 2020 melanjutkan tren perbaikan yang terjadi sejak Juni 2020. Pertumbuhan Indeks Penjualan Riil (IPR) September 2020 tercatat sebesar minus 8,7 persen (yoy), membaik dibandingkan pertumbuhan IPR pada Agustus sebesar minus 9,2 persen (yoy).
 
"Perbaikan penjualan eceran terjadi pada sebagian besar kelompok komoditas yang dipantau," kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan resminya, Rabu, 11 November 2020.
 
Ia menyebut komoditas yang mengalami perbaikan seperti kelompok makanan, minuman dan tembakau yang tercatat tumbuh positif dalam dua bulan terakhir. Selain itu ada perbaikan pada sub kelompok sandang dan kelompok bahan bakar kendaraan bermotor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perbaikan penjualan eceran diprakirakan sedikit tertahan pada Oktober 2020 dengan tumbuh sebesar minus 10,0 persen (yoy). Sejumlah komoditas, seperti kelompok makanan, minuman, dan tembakau dan kelompok barang budaya dan rekreasi, diprakirakan mengalami penurunan penjualan.
 
"Sementara itu, beberapa komoditas diprakirakan mengalami perbaikan kinerja penjualan, antara lain kelompok perlengkapan rumah tangga dan bahan bakar kendaraan bermotor," jelas dia.
 
Secara bulanan, kinerja penjualan eceran pada Oktober 2020 diprakirakan tumbuh 0,1 persen secara month to month (mtm). Hal ini sejalan perayaan hari besar keagamaan nasional (HBKN) dan libur panjang pada akhir September lalu.
 
Dari sisi harga, tekanan inflasi pada tiga bulan mendatang hingga Desember 2020 diprakirakan meningkat, sedangkan pada enam bulan mendatang sampai Maret 2021 diprediksi akan menurun.
 
Indikasi peningkatan harga pada Desember 2020 tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) tiga bulan yang akan datang sebesar 142,5, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH bulan sebelumnya sebesar 132,5. Hal tersebut didorong oleh peningkatan permintaan saat HBKN dan libur akhir tahun.
 
"Sementara itu, IEH enam bulan yang akan datang sebesar 160,0, lebih rendah dibandingkan dengan 166,9 pada bulan sebelumnya, sejalan dengan lancarnya distribusi barang dan pasokan," pungkasnya.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif