Ilustrasi mata uang dolar AS - - Foto: MI/ Rommy Pujianto
Ilustrasi mata uang dolar AS - - Foto: MI/ Rommy Pujianto

Waduh! Lagi-lagi Dana Asing 'Minggat' Rp2,79 Triliun dalam Sepekan

Ekonomi Bank Indonesia Pasar Keuangan surat berharga negara Modal Asing dana asing
Husen Miftahudin • 13 November 2021 14:00
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat dana-dana asing keluar dari pasar keuangan domestik selama sepekan terakhir. Berdasarkan data transaksi pada 8-11 November 2021, dana dari investor asing (nonresiden) tersebut tercatat jual neto (outflow) sebanyak Rp2,79 triliun.
 
Minggatnya dana asing dari pasar keuangan domestik tersebut utamanya berasal dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebanyak Rp2,39 triliun. Pun demikian dengan pasar saham yang tercatat keluar sebesar Rp390 miliar.
 
"Berdasarkan data setelmen selama 2021 (year to date/ytd), nonresiden jual neto Rp16,01 triliun," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dikutip dari rilis perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah, Sabtu, 13 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun premi risiko atau Credit Default Swap (CDS) Indonesia lima tahun naik ke level 84,27 basis poin (bps) per 11 November 2021 dari 79,58 bps per 5 November 2021. CDS merupakan indikator untuk mengetahui risiko berinvestasi di SBN.
 
Semakin besar skor CDS, maka risiko berinvestasi di SBN juga semakin tinggi. Sebaliknya jika skor semakin kecil, maka risiko investasinya juga semakin rendah.
 
Meskipun begitu, minggatnya aliran modal asing dari pasar keuangan domestik tersebut tak membuat nilai tukar rupiah melempem. Mata uang Garuda tersebut justru bertaji di hadapan dolar Amerika Serikat (AS).
 
Mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap USD menguat 58 poin atau setara 0,41 persen, dari level Rp14.277 per USD menjadi Rp14.219 per USD.
 
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah juga berada di zona hijau pada posisi Rp14.240 per USD. Rupiah menguat sebanyak 45 poin atau setara 0,32 persen dari Rp14.285 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.243 per USD atau naik 45 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.288 per USD.
 
Terkait hal tersebut, Erwin menekankan bahwa Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
 
"Termasuk langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," tutup Erwin.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif