Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin simpanan nasabah yang ada di perbankan tetap aman. Foto: Dok.MI
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin simpanan nasabah yang ada di perbankan tetap aman. Foto: Dok.MI

LPS Jamin Simpanan Nasabah di Bank Aman

Ekonomi lps virus corona
Eko Nordiansyah • 01 April 2020 17:59
Jakarta: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin simpanan nasabah yang ada di perbankan tetap aman meski di tengah pandemi virus korona (covid-19). LPS bahkan siap mengantisipasi jika dibutuhkan pendanaan lebih lanjut untuk menjamin stabilitas sistem keuangan.
 
Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah mengatakan, LPS memiliki dana sekitar Rp120 triliun yang bisa digunakan untuk menjalankan tugasnya tersebut. Sementara jika situasi memburuk, maka LPS akan menyiapkan langkah antisipasif demi menjamin simpanan nasabah.
 
"Sampai saat ini LPS secara pendanaan kita ada Rp128 triliun dan siap digunakan sekitar Rp120 triliun. Kalau hal di luar tidak biasa terjadi maka LPS membutuhkan pendanaan yang cukup," kata dia dalam video conference di Jakarta, Rabu, 1 April 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menambahkan, LPS bisa saja menjamin beberapa jenis kewajiban bank di luar dari simpanan guna mencegah terjadinya krisis yang lebih dalam. Selain itu, upaya LPS ini juga untuk menjamin kegiatan perbankan dan korporasi tetap bisa berjalan lancar di tengah pandemi.
 
Apalagi pemerintah telah menerbirkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan. Perppu yang sudah ditandatangani Presiden Joko Widodo ini dimaksudkan untuk Penanganan Pandemi Covid-19.
 
"Dengan adanya Perppu, LPS mengusulkan, untuk menaikkan nilai simpanan kalau diperlukan. Saat ini nilai simpanan yang dijamin maksimal Rp2 miliar. Jika diperlukan bisa dinaikkan jadi lebih tinggi," jelas dia.
 
Untuk menjamin likuiditas, LPS memiliki sumber dari premi 0,2 persen dari rata-rata simpanan yang dibayarkan oleh bank. Selain itu, LPS juga bisa melakukan penjualan atas bank gagal, pinjaman dari pemerintah, atau penerbitan surat utang oleh LPS untuk menjamin lukuiditas.
 
"Di dalam Perppu ini nanti LPS bisa keluarkan surat utang sendiri dan dijual ke investor yang mau menggunakan mekanisme pasar. Kami bisa dapatkan utang dari pemerintah atau secara tidak langsung pemerintah terbitkan SBN dan jual ke BI, dan serahkan ke LPS. Ini menjaga agar betul-betul dana yang dimiliki LPS cukup," pungkasnya.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif