Ilustrasi Himbara - - Foto: Antara/ M Adimaja
Ilustrasi Himbara - - Foto: Antara/ M Adimaja

Bank Himbara Ekspansi Kredit Rp90 Triliun ke UMKM

Ekonomi Kredit UMKM Himbara
Husen Miftahudin • 01 Juli 2020 15:30
Jakarta: Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) siap berekspansi kredit (leverage) sebanyak Rp90 triliun ke segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Jumlah tersebut naik tiga kali lipat dari dana yang ditempatkan pemerintah sebesar Rp30 triliun di empat bank BUMN.
 
Keempat bank BUMN ini yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BNI, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau BTN. Adapun dana pemerintah ditempatkan di BRI sebesar Rp10 triliun, Bank Mandiri sebanyak Rp10 triliun, BNI Rp5 triliun, dan BTN Rp5 triliun.
 
"Kami semua siap dan berkomitmen untuk me-leverage penempatan dana pemerintah yang Rp30 triliun itu minimal tiga kali dalam waktu tiga bulan, berarti Rp90 triliun. Segmennya akan kami prioritaskan ke UMKM," kata Ketua Himbara sekaligus Direktur Utama BRI Sunarso dalam konferensi pers bersama di Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rabu, 1 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sunarso menjelaskan dana Rp90 triliun untuk ekspansi kredit tersebut berasal dari Rp30 triliun penempatan dana pemerintah dan dana yang berasal dari tabungan masyarakat. Dalam hal ini empat bank BUMN tersebut harus bekerja keras untuk mendapatkan sisa kebutuhan dana Rp60 triliun yang akan digunakan untuk ekspansi kredit.
 
"Kalau dikasih Rp30 triliun disuruh salurkan Rp90 triliun, artinya kami berempat harus cari dana Rp60 triliun dari masyarakat. Maka tabungan harus kita tumbuhkan juga," tuturnya.
 
Terkait ekspansi kredit, keempat bank BUMN tersebut berbagi tugas untuk menyerap kredit di sektor-sektor yang menjadi prioritas masing-masing. Antara lain sektor yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan pangan, pendukungnya, dan distribusinya.
 
"Segmennya akan kami prioritaskan ke UMKM. Jadi baik sektor pertanian, transportasi, pariwisata, mungkin di perumahan, konstruksi, itu diprioritaskan untuk UMKM," tegas Sunarso.
 
Meskipun UMKM menjadi segmen prioritas ekspansi kredit Himbara, Sunarso tak menutup kemungkinan untuk menyalurkan kredit ke segmen lainnya. Terdapat sejumlah persyaratan agar segmen di luar UMKM mendapat kucuran kredit, yang pasti segmen tersebut bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.
 
"Apakah yang non-UMKM tidak dapat? Apabila memang visible dan memang itu bisa mengungkit pertumbuhan ekonomi, serta layak, pasti akan menjadi target market untuk ekspansi kredit," tambahnya.
 
Untuk menjaga kualitas ekspansi, kata Sunarso, Himbara bakal berhati-hati dalam mengukur dan menyeimbangkan antarasupplydandemandkredit agar risikonya dapat terkendali. Intinya, ekspansi kredit yang disalurkan Himbara harus berkualitas.

 
"Kualitas ekspansinya harus dijaga dan harus diseimbangkan, jangan sampai yang diberikan melebihi demand-nya. Kalau demand-nya Rp90 triliun, kita akan ekspansi Rp90 triliun. Tapi kalau demand-nya enggak ada, ya kita tidak paksakan Rp90 triliun. Tapi perhitungan kita bahwa untuk ekspansi Rp90 triliundemand-nya ada karena aktivitas-aktivitas ekonomi sudah mulai dibuka kembali," pungkas Sunarso.
 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif