Foto: Grafis Medcom.id
Foto: Grafis Medcom.id

Danareksa: Pemangkasan Suku Bunga Cukup Efektif

Ekonomi suku bunga danareksa
Angga Bratadharma • 18 Juli 2020 14:12
Jakarta: Danareksa Research Institute (DRI) berpendapat penurunan 7 days reverse repo rate (BI7DRR) sebesar 25 bps dirasa sudah cukup efektif. Diharapkan pemangkasan suku bunga acuan tersebut dapat memberikan stimulus terhadap perekonomian yang tengah tertekan akibat pandemi covid-19.
 
Tim DRI yang terdiri dari Moekti P Soejachmoen, M. Ikbal Iskandar, Sella F Anindita, dan Martin Jenkins menyebutkan penurunan tersebut sesuai dengan perkiraan DRI bahwa BI akan kembali menurunkan suku bunganya setelah penurunan 25 bps pada Juni 2020 lalu. Untuk kedepannya, DRI meyakini pergerakan suku bunga acuan akan bergantung pada perkembangan indikator ekonomi.
 
"Jika perbaikan indikator ekonomi seperti Purchasing Manager Index (PMI) dan penjualan terus mengalami peningkatan maka tidak diperlukan lagi penurunan tingkat suku bunga. Namun sebaliknya jika indikator ekonomi masih terus memburuk dan tingkat inflasi tetap rendah, Bank Indonesia masih mempunyai ruang untuk menurunkan tingkat suku bunganya," tuturnya, seperti dikutip dari keterangannya, Sabtu, 18 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fokus pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi saat ini adalah dengan mempertahankan daya beli masyarakat. Hal ini tidak saja berlaku untuk masyarakat miskin tetapi juga masyarakat kelas menengah dan atas. Kelompok masyarakat di atas garis kemiskinan merupakan kelompok yang rawan jatuh ke bawah garis kemiskinan bila mereka kehilangan penghasilan.
 
Kelompok ini terdiri dari sektor informal dan usaha ultra mikro dan mikro. "Oleh sebab itu stimulus ekonomi untuk kelompok ini juga perlu ditingkatkan," tuturnya.
 
Sebelumnya, Bank Indonesia kembali memangkas suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps), dari level 4,25 persen menjadi 4,0 persen. Keputusan ini sebagai langkah lanjutan bank sentral untuk mempercepat pemulihan ekonomi di masa pandemi covid-19.
 
"Keputusan ini konsisten dengan perkiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas eksternal yang terjaga, serta sebagai langkah lanjutan untuk mempercepat pemulihan ekonomi," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam telekonferensi hasil RDG periode Juli 2020.
 
Selain memangkas suku bunga acuan, RDG Bank Indonesia yang diselenggarakan pada 15-16 Juli 2020 juga memutuskan untuk menurunkan suku bunga deposit facility sebesar 25 bps menjadi 3,25 persen. Suku bunga lending facility juga turun sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif