"Awal pekan indeks kita akan tertekan turun ya kalau kita perhatikan karena memang global lagi khawatir kemungkinan ancaman resesi global yang semakin nyata dengan keluarnya pertumbuhan ekonomi yang negatif. Ekonomi negatif di Eropa -12 persen itu agak mengejutkan, juga Amerika Serikat yang minus 32,9 persen di kuartal II-2020," ujar Hans kepada Mediaindonesia.com, Minggu, 2 Agustus 2002.
Selain itu, harga emas yang terus bergerak naik juga menjadi sentimen negatif pergerakan IHSG pekan depan. Karena pasar tengah khawatir adanya risiko global tersebut. Ditambah ancaman konflik Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang semakin panas.
"Kemudian kasus covid-19 yang masih terus naik juga berpotensi menyebabkan partial lockdown. Hal ini akan mengganggu perbaikan pertumbuhan ekonomi," jelasnya.
Ia memprediksikan pergerakan IHSG secara harian berada di level resistance 5.162 dan support 4.985. Sementara itu, IHSG selama sepekan ke depan resistance 5.278 dan support 4.914.
Di sisi lain Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama masih melihat adanya penguatan. Hal ini dilihat dari rasio fibonacci, support pertama dan kedua memiliki kisaran level 5.097,14 hingga 4.975,54.
Sementara itu, resistance pertama dan kedua memiliki kisaran 5.172,37 hingga 5.233,17. Nafan menambahkan berdasarkan indikator, MACD, Stokastik, dan RSI menunjukkan sinyal positif. Di sisi lain, terlihat pola white closing marubozu candle.
"Mengindikasikan adanya potensi bullish continuation dalam pergerakan IHSG sehingga minimal berpeluang menuju ke resistance terdekat," jelasnya melalui riset harian.
Binaartha Sekuritas pun merekomendasikan sejumlah saham yang dapat menjadi pertimbangan investor antara lain PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Timah Tbk (TINS), PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) pada sesi Senin, 3 Agustus 2020. (Hilda Julaika)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News