Ilustrasi kegiatan perbankan di bank BJB. Foto: dok MI.
Ilustrasi kegiatan perbankan di bank BJB. Foto: dok MI.

BJB Susun Matriks Risiko Penyebaran Korona di Seluruh Jaringan

Ekonomi bank bjb
Ade Hapsari Lestarini • 19 Maret 2020 13:43
Jakarta: bank BJB telah menyusun matriks risiko penyebaran virus korona atau covid-19 di seluruh jaringan kantor perseroan dengan berbagai lapisan status.
 
Status hijau yakni status operasional normal diberlakukan saat belum terdapat kasus virus di sekitar wilayah kantor. Kemudian status kuning yakni status operasional normal dengan pencegahan tatkala terdapat informasi kasus covid-19 di sekitar jaringan kantor.
 
Selanjutnya status jingga yakni status operasional normal dengan kewaspadaan jika pegawai atau keluarga diduga terjangkit korona, dan status merah penanganan darurat/evakuasi ketika pegawai atau keluarga positif covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Berbagai langkah proteksi ini akan kami berlakukan sebagai protokol standar hingga penyebaran virus korona mereda dan otoritas yang berwenang memberikan instruksi lebih jauh," ujar Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 19 Maret 2020.
 
Berangkat dari sana, dirinya berharap seluruh insan perseroan dapat menerapkan cara bertindak yang tepat untuk menghindari kepanikan, sekaligus menjadi agen yang mengedukasi dan memberi contoh langsung dalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat guna menjauhi ancaman korona.
 
Selain itu, bank bjb juga ikut mengambil langkah strategis guna meningkatkan kesiapsiagaan terhadap wabah korona. Perseroan secara resmi menetapkan standar protokol khusus yang mengatur pergerakan dan perilaku insan bank bjb agar terhindarkan dari cengkeraman wabah korona.
 
Widi mengatakan standar protokol khusus ini diterapkan sejak perkembangan virus korona memperlihatkan gejala perluasan dan telah ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) sebagai pandemi, merujuk pada penyakit yang menyebar ke banyak orang di beberapa negara dalam waktu yang bersamaan.
 
Menurut dia perseroan melakukan hal tersebut dengan tujuan menumbuhkan kesadaran kritis sekaligus melindungi sumber daya manusia (SDM) bank bjb dari ancaman yang berpotensi membahayakan.
 
"Penyebaran virus korona yang terjadi saat ini mengundang keprihatinan sekaligus perhatian tersendiri bagi perseroan. bank bjb bersimpati sekaligus mendoakan kepada mereka yang terjangkit agar segera diberi kesembuhan. Sebagai upaya antisipasi, bank bjb juga ikut mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus menghindari kepanikan," jelasnya.
 
Salah satunya, tambah dia, dengan memberlakukan protokol khusus bagi seluruh insan perseroan untuk menjaga kondusivitas situasi kerja di tengah penyebaran korona. Peraturan ini dirumuskan berdasarkan pertimbangan kesehatan insan perusahaan sebagai prioritas utama di atas segalanya.
 
Dalam peraturan tersebut, terdapat sejumlah poin langkah proteksi yang ditetapkan perusahaan. Di antaranya dengan melakukan pengecekkan suhu tubuh kepada setiap orang yang memasuki wilayah kantor dengan membatasi suhu tubuh maksimal pengunjung yang diperkenankan memasuki kantor tidak lebih dari 37,5 derajat celcius, jika suhu tubuh berada di atas batas tersebut, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter/fasilitas kesehatan terdekat untuk deteksi dan pencegahan dini.
 
Kemudian menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat terutama di lingkungan kerja mencakup senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan serta menyiapkan alat berupa disinfektan, tisu kering, masker, tempat sampah dan termometer pada setiap ruang kerja, ruang rapat, ruang makan di masing-masing unit kerja.
 
Semua pegawai diminta pula memastikan kebersihan tempat kerja, serta menggiatkan kampanye pencegahan penyebaran virus dengan menjaga kebersihan tangan terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata, maupun setelah memegang instalasi publik.
 
Diingatkan pula untuk mencuci tangan secara benar dan teratur dan menutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk dan pilek.
 
Selain itu, insan bank bjb beserta anggota keluarganya juga diimbau untuk menghindari kunjungan ke negara dengan status berisiko tinggi maupun ke negara yang telah mengonfirmasi kasus covid-19 sampai dengan imbauan perjalanan (travel advisory) kunjungan ke sejumlah negara tersebut dicabut pihak berwenang.
 
"Bagi pegawai atau keluarga yang terpaksa melakukan kunjungan diminta untuk meminta izin kepada pimpinan unit kerja dan melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan yang dianjurkan apabila mengalami gejala virus korona," lanjut dia.
 
Langkah selanjutnya, insan perseroan diinstruksikan mengidentifikasi tamu dari luar negeri yang berkunjung ke jaringan kantor bank bjb dengan meminta mengisi buku tamu dilengkapi keterangan perjalanan di luar negeri 14 hari terakhir, melakukan pengecekan paspor dan sebisa mungkin menghindari menerima tamu dari negara-negara yang dalam 14 hari terakhir mengonfirmasi pasien covid-19.

 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif