Mata uang rupiah. Foto : AFP.
Mata uang rupiah. Foto : AFP.

Rupiah Menguat Tipis

Arif Wicaksono • 13 Maret 2024 17:57
Jakarta: Rupiah menguat terhadap mata uang Paman Sam. Rupiah menguat di tengah positifnya data-data perbankan domestik.
 
Menurut Bloomberg, mata uang rupiah naik 0,10 persen ke level Rp15.575 per USD pada penutupan perdagangan Rabu, 13 Maret 2024. Yahoo Finance mencatat mata uang rupiah naik 0,05 persen menjadi Rp15.575 per USD.
 
Kenaikan rupiah didorong oleh positifnya kinerja sektor perbankan di Indonesia. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kondisi perbankan Indonesia cukup solid dalam menghadapi berbagai tekanan dan kondisi yang mengancam ketahanan perbankan global.

Di sektor perbankan Indonesia pada posisi Januari 2024, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 27,54 persen dengan rasio modal inti (tier 1 capital) terhadap CAR sebesar 94,41 persen.
 
Selain itu, kinerja likuiditas perbankan Indonesia terjaga dengan baik, antara lain ditunjukkan dengan liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 231,14 persen.
 
Kondisi likuiditas tersebut juga jauh lebih baik dibandingkan dengan rasio LCR di yurisdiksi lain. Di Uni Eropa misalnya, rasio LCR masing-masing sebesar 158,78 persen dan 125,80 persen.

Penurunan suku bunga pada 2024

Di sisi lain, apresiasi rupiah juga didorong oleh penegasan Ketua Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed Jerome Powell mengenai kebijakan penurunan suku bunga pada 2024.
 
Pelaku pasar memperkirakan kemungkinan The Fed untuk menurunkan suku bunga kebijakannya pada Juni 2024.
 
Menurut FedWatch Tool dari CME Group, ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga yang akan dimulai pada pertemuan The Fed pada 11-12 Juni 2023 hanya sedikit berkurang menjadi sekitar 67 persen dibandingkan 71 persen pada awal pekan ini.
 
Keyakinan investor karena indeks sentimen bulanan National Federation of Independent Business mengalami penurunan ke level terendah sejak Mei karena kekhawatiran terus-menerus seputar inflasi menjadi 89,4 pada Februari dari 89,9 pada Januari.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan