Mengutip Bloomberg, pada penutupan perdagangan Kamis, 20 Oktober 2022 sore ini, posisi rupiah berada di Rp15.571,5 per USD, melemah 73,5 poin atau setara 0,47 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya. Pergerakan rupiah hari ini berada di Rp15.531 hingga Rp15.587 per USD dengan return secara year to date 9,18 persen.
Berdasarkan data Yahoo Finance juga menunjukkan pelemahan rupiah sebesar 75 poin ke level Rp15.570 per USD.
| Baca juga: Lagi, BI Naikkan Suku Bunga 50 Bps Jadi 4,75% |
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi berpendapat pelemahan rupiah hari ini masih dikarenakan imbas dari penguatan dolar kepada seluruh mata uang utama dunia.
Pada hari ini dolar menguat karena imbal hasil treasury AS 10-tahun naik menjadi 4,154 persen, level tertinggi sejak pertengahan 2008. Sementara itu pasar tetap waspada terhadap tanda-tanda intervensi Bank of Japan.
Ibrahim juga menilai pelemahan rupiah saat ini masih relatif terbatas. "Kondisi saat ini lebih dipengaruhi oleh sentimen penguatan dolar. Bukan hanya terjadi di nilai tukar rupiah tapi juga di mata uang negara lainnya," ucapnya.
Ia pun menyarankan kepada pemerintah dan Bank Indonesia untuk tidak panik dalam menyikapi pelemahan mata uang rupiah ini. "Yang harus dilakukan adalah melakukan intervensi yang terukur. Karena fundamental ekonom Indonesia masih cukup bagus," jelasnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda