Ilustrasi aset kripto. Foto: AFP/Ina Fassbender
Ilustrasi aset kripto. Foto: AFP/Ina Fassbender

Kebijakan Moneter The Fed Jadi Biang Kerok Lesunya Perdagangan Aset Kripto

Antara • 28 September 2022 21:39
Jakarta: Market kripto saat ini sedang kembali bergejolak yang disebabkan oleh sejumlah faktor.
 
Salah satunya, investor semakin menghindari market, setelah beberapa pejabat The Fed silih berganti menyampaikan komentar yang menegaskan arah pengetatan kebijakan moneter.
 
"Dalam beberapa hari terakhir, sentimen negatif datang dari pejabat The Fed yang mengeluarkan komentar, bahwa The Fed perlu mengerek suku bunga lebih tinggi lagi demi mengendalikan inflasi," ungkap Trader Tokocrypto Afid Sugiono, dilansir Media Indonesia, Rabu, 28 September 2022.
 
Baca juga: Literasi Keuangan Digital Masih Jadi PR Pelaku Industri Kripto 

Menurutnya, komentar-komentar tersebut sangat mempengaruhi market kripto dan saham. Rentetan komentar itu memperkuat sinyal The Fed tidak akan segera mengubah pandangan moneternya.
 
Jika otoritas moneter tersebut bertindak terlalu hawkish, maka pertumbuhan ekonomi AS bisa menjadi taruhannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun, pergerakan aset kripto terlihat terpengaruh oleh market saham AS yang berkinerja buruk. Hal itu mengindikasikan investor sedang menghindari investasi aset berisiko.
 
"Ini dapat dimaklumi mengingat investor kripto mengacu pada pasar saham AS, untuk melihat selera risiko investor secara umum. Indeks saham AS terpukul juga oleh komentar dari beberapa pejabat The Fed, yang menegaskan pentingnya pengetatan kebijakan moneter demi meredam inflasi," imbuh Afid.
 
Di samping itu, market kripto juga terpukul oleh penguatan nilai indeks Dolar AS (DXY) yang terpantau pada pukul 13.00 WIB menyentuh level 114,69 atau menanjak 0,51 persen dibanding kemarin.
 
Banyak investor yang mulai melepaskan kepemilikan kriptonya dan menghentikan akumulasi untuk beralih ke dolar AS yang jadi aset safe haven.
 
Perlu diketahui, pergerakan aset kripto pada hari ini, tampak lesu dan tak berdaya. Padahal sehari sebelumnya market bergerak di zona hijau. Melansir situs CoinMarketCap, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap telah terjebak di zona merah dalam 24 jam terakhir.
 
Contohnya, nilai bitcoin (BTC) anjlok 6,36 persen ke USD18.769 per keping, dan turun 1,25 persen selama seminggu terakhir. Sementara itu, ethereum (ETH) turun lebih dalam sebesar 7,09 persen ke USD1.284 di waktu yang sama dan ambles 3,93 persen sepekan terakhir.  
 
Altcoin lainnya, XRP sangat prihatin anjlok 10,08 persen, solana (SOL), dogecoin (DOGE) turun harga lebih dari lima persen di waktu yang sama.
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif