Berdasarkan data pasar terkini pagi Rabu 9 September 2026, mata uang Rupiah menguat 0,30% atau 52,9 poin ke level Rp17.572,1 per Dolar AS. Di saat yang sama, Indeks Dolar AS (DXY) terpantau berada di level 98,778, menunjukkan pergerakan yang relatif datar dengan kecenderungan melemah.
Baca juga:
Mata Uang Rupiah Melemah terhadap Dolar AS |
Penguatan mata uang Rupiah juga terjadi di tengah kenaikan harga emas dunia. Komoditas emas yang diperdagangkan dalam pasangan XAU/USD naik 0,46% atau 19,86 poin ke level US$4.375,41 per troy ons.
Sejumlah mata uang asing juga bergerak beragam terhadap Rupiah pada perdagangan pagi ini. Mata uang Yen Jepang (JPY/IDR) menguat 0,11% ke level Rp114,37. Sementara itu, mata uang Euro relatif stagnan di level Rp20.457,0.
Sebaliknya, mata uang Won Korea Selatan melemah tipis 0,01% ke level Rp13,12. Baht Thailand juga turun 0,04% menjadi Rp534,39. Dolar Singapura melemah 0,09% ke level Rp13.895,38, sedangkan Yuan China turun 0,11% ke posisi Rp2.619,14.
Mata uang Ringgit Malaysia menjadi salah satu mata uang yang mengalami pelemahan lebih besar terhadap Rupiah, yakni 0,25% ke level Rp4.321,19.
Pergerakan tersebut menunjukkan Rupiah berada dalam tren positif pada awal perdagangan, sementara sejumlah mata uang asing justru bergerak melemah terhadap mata uang Garuda.