Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Harga Batu Bara Naik, Analis: Kinerja Semen Baturaja Bisa Terdorong

Angga Bratadharma • 24 Oktober 2021 17:32
Jakarta: Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menyebut tren Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami naik dan turun dalam beberapa hari terakhir adalah wajar. Pasalnya, indeks acuan saham Indonesia sudah mengalami kenaikan pada satu bulan sebelumnya.
 
Menurutnya, kenaikan IHSG dari 6.100-an hingga ke 6.680-an banyak ditopang oleh aksi beli di saham-saham bank dan energi. "Ada sentimen negatif dari Tiongkok di mana mereka berencana untuk memangkas harga komoditas," ujar Reza, dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 24 Oktober 2021.
 
Kendati demikian, ia memandang, kondisi tersebut tidak terlalu memengaruhi kinerja saham emiten batu bara di Tanah Air yang salah satunya PT Semen Baturaja Tbk (SMBR). Reza mengungkapkan pada semester tahun ini permintaan Semen Baturaja mulai meningkat dan secara tahun ke tahun mampu membukukan laba dari sebelumnya rugi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini bisa menjadi pendorong atau sentimen positif pelaku pasar," kata Reza.
 
Senada dengan Reza, Pengamat Ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet berpendapat kondisi tersebut tak memengaruhi kinerja emiten batu bara di Indonesia. Meski pergerakannya berada dalam tren penurunan setidaknya dalam satu minggu terakhir, tambahnya, namun kinerja korporasi SMBR masih positif.
 
Yusuf mengatakan hal ini tidak terlepas dari kenaikan harga batu bara yang memang berada dalam tren kenaikan sebulan terakhir. "Sebenarnya posisi SMBR dan industri semen pada umumnya di tahun ini masih berada dalam posisi over supply," kata dia.
 
Diketahui volume penjualan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) tumbuh positif. Realisasi penjualan SMBR hingga September 2021 mencapai 1,34 juta ton. Vice President Corporate Secretary Semen Baturaja Doddy Irawan mengatakan realisasi ini tumbuh lima persen dibandingkan dengan volume di periode yang sama tahun lalu sebesar 1,28 juta ton.
 
Adapun realisasi penjualan SMBR periode September 2021 tumbuh enam persen jika dibandingkan dengan volume bulan Agustus.  Pihaknya juga mengoptimalkan penggunaan batu bara berkalori rendah dari sumber yang paling ekonomis. Selain itu, SMBR juga memperbanyak rekanan vendor penyuplai batu bara.
 
Sebagai informasi, emiten yang berbasis di Sumatra Selatan ini menargetkan penjualan semen sebanyak 2.189.534 ton pada tahun ini atau meningkat 11 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. SMBR menganggarkan alokasi belanja modal Rp 84,9 miliar. Dana belanja modal tersebut digunakan untuk mendukung sejumlah agenda bisnis perseroan di tahun ini.
 
Salah satunya diprioritaskan untuk kegiatan penambangan untuk memastikan cadangan batu kapur, dengan mempersiapkan lahan tambang baru di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan yang telah memiliki progres sebesar 77,92 persen. Selain itu, SMBR juga menyiapkan investasi untuk pengembangan program efisiensi operasional perusahaan.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif