Bank Mandiri. Foto : MI.
Bank Mandiri. Foto : MI.

Per April, KUR Bank Mandiri Capai Rp14,41 Triliun

Annisa ayu artanti • 18 Mei 2022 13:28
Jakarta: PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terus mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memacu pertumbuhan ekonomi khususnya di sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Hingga April 2022 penyaluran KUR Bank Mandiri mencapai Rp14,41 triliun kepada lebih dari 133 ribu debitur yang tersebar di seluruh Indonesia.
 
SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K. Triprakoso mengatakan percepatan penyaluran KUR ini sejalan dengan komitmen pemerintah yang kembali meningkatkan dana alokasi KUR serta melanjutkan tambahan subsidi bunga tiga persen hingga Desember 2022.
Di tahun ini Bank Mandiri mendapatkan plafon KUR sebesar Rp40 triliun, meningkat dibandingkan plafon tahun 2021 sebesar Rp35 triliun.
 
"Sejalan dengan aspirasi pemerintah dalam mendukung UMKM, hal ini juga menjadi komitmen Bank Mandiri dalam program pemulihan ekonomi nasional," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu, 18 Mei 2022.
 
Dalam penyaluran KUR tahun ini Bank Mandiri akan tetap fokus menyasar sektor produktif unggulan di masing-masing wilayah guna menangkap momentum pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.
 
Angka realisasi tersebut meningkat sebesar 10,03 persen jika dibandingkan April 2021 sebesar Rp 13,1 triliun. Dirinci, dari total penyaluran KUR tersebut sebanyak 58,67 persen telah dialokasikan ke sektor produksi atau sebesar Rp8,45 triliun. Sedangkan untuk sektor non produksi lanjut Josephus telah mencapai Rp5,95 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyaluran KUR tersebut juga turut menopang realisasi kredit perseroan kepada pelaku usaha UMKM. Tercatat, sampai dengan akhir Maret 2022 total kredit UMKM Bank Mandiri telah mencapai Rp198,8 triliun, tumbuh sebesar 11,12 persen dari periode tahun sebelumnya.
 
"KUR Bank Mandiri di 2022 akan tetap difokuskan pada sektor produktif unggulan di masing-masing wilayah, baik pertanian, perikanan, industri pengolahan, maupun jasa-jasa produksi yang didukung sinergi dari seluruh segmen bisnis, koordinasi yang kuat di seluruh jaringan, serta kerjasama strategis dengan perusahaan finansial maupun e-commerce," pungkas Josephus.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif