Ilustrasi bursa Saham Ipo. Foto: MI.
Ilustrasi bursa Saham Ipo. Foto: MI.

Perusahaan Properti BSBK Alami Kelebihan Permintaan dalam IPO

Antara • 08 November 2022 09:09
Jakarta: Perusahaan properti dan real estat PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribe sebesar 25,37 kali dalam proses penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) perseroan.
 
baca juga: Siap-siap, 6 Emiten Melantai Pagi Ini di Bursa

"Selama masa penawaran umum perdana saham pada 2-4 November 2022, saham PT Wulandari Bangun Laksana Tbk mendapatkan minat yang cukup positif dari para investor dan seluruh saham yang ditawarkan dapat terserap dengan baik, bahkan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) sebesar 25,37 kali dari nilai penjatahan terpusat," kata Direktur Utama BSBK Christopher Sumasto Tjia dikutip dari Antara, Selasa, 8 November 2022.
 
BSBK yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 8 November 2022, melepas sebanyak 2,75 miliar saham melalui penawaran umum perdana dengan harga penawaran sebesar Rp100 per saham. PT Artha Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam IPO tersebut.
 
Bersamaan dalam IPO, perseroan juga melaksanakan konversi utang kepada kreditur sebesar Rp234,17 miliar dengan harga konversi yang sama dengan harga penawaran yaitu Rp100 per saham sehingga kreditur akan mendapatkan saham baru sebanyak 2,34 miliar saham.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perseroan juga menerbitkan Waran Seri I yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi kreditur dan calon investor yang membeli saham dalam penawaran umum perseroan ini. Setiap pemegang 100 saham baru perseroan berhak memperoleh 137 waran di mana setiap satu waran memberikan hak kepada pemegang untuk membeli satu saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.
 
Waran yang diterbitkan mempunyai jangka waktu selama satu tahun sejak pencatatan. Harga pelaksanaan waran sebesar Rp125 per lembar.
 
Dana yang diperoleh dari pelaksanaan waran seri I, apabila dilaksanakan oleh pemegang saham, sebesar Rp200 miliar akan digunakan untuk pembayaran utang pokok ke PT BPD Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dan sisa dana yang diperoleh akan dipergunakan untuk modal kerja perseroan. Masa berlaku pelaksanaan waran mulai 8 Mei 2023 sampai dengan 7 November 2023.
 
Saham yang ditawarkan dalam rangka penawaran umum dan pelaksanaan hasil konversi utang memberikan hak yang sama dan sederajat kepada pemegangnya dalam segala hal, sama seperti pemegang saham lainnya.
 
Christopher mengatakan target dana yang diperoleh dari hasil IPO tersebut sebesar Rp275 miliar setelah dikurangi dengan biaya IPO, rencananya akan digunakan sekitar sebesar Rp100 miliar untuk pembelian tanah seluas sekitar 1,2 hektare di wilayah kota Balikpapan dan sekitarnya.
 
"Pembelian tanah akan meningkatkan jumlah land bank yang telah dimiliki perseroan saat ini sehingga dapat mendukung rencana ekspansi perseroan di masa yang akan datang untuk menangkap peluang bisnis dari pengembangan Ibukota Negara (IKN). sedangkan sisanya akan digunakan untuk operasional dan modal kerja perseroan," ujar Christopher.
 
Christopher menyampaikan, langkah tersebut dilakukan guna untuk mendukung sumber pendanaan dalam mengembangkan usaha perseroan agar target yang telah ditetapkan oleh dapat terealisasi. Selain itu, tujuan Perseroan melakukan IPO juga guna untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perseroan agar memiliki tata kelola yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).
 
Dengan diperolehnya dana dari hasil IPO, persediaan tanah yang dimiliki oleh perseroan akan meningkat, dan sebagai salah satu sumber pendanaan dalam pengembangan Balikpapan Super Block Perseroan.
 
"Pengembangan tersebut akan menopang penjualan perseroan kedepannya yang pada akhirnya akan meningkatkan laba perseroan di masa yang akan datang. Selain itu dengan diperolehnya dana hasil IPO, perseroan akan memiliki struktur permodalan yang semakin sehat," ujar Christopher.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id.
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif