Foto: Grafis Medcom.id
Foto: Grafis Medcom.id

IHSG Lagi Fluktuatif, Investor Pemula Baiknya Koleksi Saham Diskonan

Ekonomi IHSG Saham investor mnc group
Antara • 13 Oktober 2020 07:14
Jakarta: Equity Analist MNC Sekuritas Catherina Vincentia menyarankan investor pemula untuk mengoleksi saham-saham diskonan memanfaatkan momentum penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
 
IHSG mengalami penurunan yang signifikan mencapai 19,78 persen sejak awal tahun (year to date/ytd) ke level 5.053. Menurutnya, penurunan tersebut membuka peluang yang menarik untuk investasi jangka panjang.
 
"Banyak saham-saham LQ45 berfundamental bagus menawarkan diskon yang besar yaitu mencapai 30 persen hingga lebih dari 50 persen," ujar Catherina dikutip dari Antara, Selasa, 13 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun tiga saham menarik menurut tim Riset MNC Sekuritas yang bisa dibidik untuk investasi jangka panjang antara lain saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). Target harga saham PGA yaitu Rp1.200 per saham dengan potensi kenaikan 22,45 persen.
 
Prospek bisnis perseroan didukung oleh dominasi infrastruktur pipa gas yang dimiliki pascamerger dengan Pertagas. Perbaikan outlook perekonomian pada 2021, juga diharapkan dapat meningkatkan volume penjualan PGAS.
 
PGAS juga dinilai memiliki valuasi yang murah dengan Price to Book Value (PBV) hanya 0,66x, jauh lebih rendah dibandingkan dengan nilai penurunan atau impairment dari aset pipa gas yang dimiliki saat ini.
 
Saham berikutnya yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan target harga Rp5.700 per saham dan potensi kenaikan 22,84 persen.
 
BBNI dinilai memiliki prospek yang menarik seiring dengan lebih fokusnya bisnis perseroan untuk mengembangkan segmen korporasi dengan masuknya manajemen baru dari eks Bank Mandiri.
 
Sinergi bisnis tersebut diharapkan dapat lebih baik pada 2021 disertai dengan nilai valuasi yang masih murah yaitu di PBV hanya 0,79x dimana jauh lebih rendah dibandingkan industri perbankan di BUKU IV.
 
Rekomendasi saham terakhir yaitu PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan target harga Rp3.600 per saham dan potensi kenaikan 31,87 persen.
 
Pertumbuhan konsumsi data masih menjadi motor pertumbuhan bisnis perseroan di tengah ketidakpastian karena covid-19, Work From Home (WFH), dan tingginya aktivitas online malah menopang pertumbuhan bisnis yang lebih baik.
 
Katalis positif lainnya juga berasal dari menurunnya tingkat persaingan dari perang tarif pada kuartal III dan kuartal IV 2020. Hal tersebut mendorong perbaikan sisi marjin bisnis perseroan. TLKM diperdagangkan pada Price Earning (PE) di 12,31x dengan nilai tersebut jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata historis dalam tiga tahun terakhir.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif