Ilustrasi. FOTO: MI/USMAN ISKANDAR.
Ilustrasi. FOTO: MI/USMAN ISKANDAR.

Usai Lebaran, BI Prediksi Inflasi Mei Mereda Jadi 0,48%

Ekonomi Inflasi Pertumbuhan Ekonomi Bank Indonesia Pemulihan Ekonomi Nasional Lebaran 2022 Ramadan 2022
Husen Miftahudin • 13 Mei 2022 19:45
Jakarta: Bank Indonesia (BI) memproyeksi Indeks Harga Konsumen (IHK) sepanjang Mei 2022 terjadi inflasi sebesar 0,48 persen (mtm). Angka ini lebih rendah dari realisasi inflasi April 2022 yang mencapai 0,96 persen (mtm) imbas berakhirnya momentum Ramadan dan Lebaran.
 
"Berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) pada pekan kedua Mei 2022, perkembangan harga tetap terkendali dan diperkirakan inflasi 0,48 persen (mtm)," ungkap Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dikutip dari rilis Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah, Jumat, 13 Mei 2022.
 
Dengan perkembangan tersebut, maka perkiraan inflasi Mei 2022 secara tahun kalender sebesar 2,65 persen (ytd). Sementara secara tahunan, tingkat inflasi diproyeksi sebesar 3,64 persen (yoy).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun penyumbang utama inflasi Mei 2022 sampai dengan pekan kedua yaitu komoditas daging ayam ras dan angkutan udara masing-masing sebesar 0,08 persen (mtm); telur ayam ras dan angkutan antarkota masing-masing sebesar 0,04 persen (mtm).
 
Kemudian daging sapi sebesar 0,02 persen (mtm), serta udang basah, kelapa, jeruk, sawi hijau, kangkung, tempe, tahu mentah, dan air minum kemasan yang masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).
 
"Sementara itu, komoditas yang mengalami deflasi pada periode minggu ini yaitu minyak goreng dan cabai rawit masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm)," urai dia.
 
Terkait hal tersebut, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk tetap mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan eksternal yang meningkat.
 
"Serta terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut," tegas Erwin.
 
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat IHK pada April 2022 mengalami inflasi sebesar 0,96 persen (mtm). Inflasi ini merupakan yang tertinggi sejak 2017.
 
Penyumbang utama pada inflasi April 2022 adalah peningkatan harga komoditas minyak goreng, BBM, daging ayam ras, tarif angkutan udara, serta ikan segar. Dari 90 kota yang dipantau BPS, semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi berada di Tanjung Pandan yakni 2,58 persen dan inflasi terendah terjadi di Gunung Sitoli yakni 0,22 persen.

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif