Ilustrasi - - Foto: Antara/ Septianda Perdana
Ilustrasi - - Foto: Antara/ Septianda Perdana

Global Bond Inalum Oversubscribe 6,4 Kali

Ekonomi surat utang inalum
Suci Sedya Utami • 15 Mei 2020 12:27
Jakarta: Holding industri pertambangan Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) atau MIND ID (Mining Industry Indonesia) mencatat kelebihan penawaran (oversubscribe) hingga 6,4 persen dari penerbitan obligasi global.
 
Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan kelebihan penawaran tersebut menjadi bukti tingginya kepercayaan investor terhadap Indonesia di tengah tekanan pandemi covid-19. Penawaran yang masuk melebihi kebutuhan dana USD2,5 miliar atau setara Rp37,5 triliun dari penerbitan global bond tersebut.
 
Obligasi global tersebut terdiri dari tiga masa jatuh tempo yakni, senilai USD1 miliar dengan tingkat kupon sebesar 4,750 persen dan tenor hingga 2025, senilai USD1 miliar dengan tingkat kupon sebesar 5,450 persen dan tenor hingga 2030, dan senilai USD500 juta dengan tingkat kupon sebesar 5,800 persen dan tenor hingga 2050.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Permintaan yang masuk 6,4 kali dibanding yang kita butuhkan," kata Orias dalam konferensi virtual, Jumat, 15 Mei 2020.
 
Selain itu, kepercayaan investor juga cukup tinggi terhadap kemampuan MIND ID dalam mengelola portofolio pembiayaan dan menjaga likuiditas. Perusahaan telah berhasil mengurangi risiko pendanaan kembali dengan memperpanjang rata-rata tenor portfolio pembiayaan dan merendahkan biaya rata-rata pendanaan, sehingga diperkirakan dapat berdampak ke efisiensi beban bunga.
 
"Yang terpenting di zaman seperti ini kita masih dipercaya investor. Di tengah harga komoditas yang turun kita dipercaya untuk menghadapi masa-masa yang sulit," tutur Orias.
 
Keberhasilanpricingatas penerbitan obligasi ini melanjutkan keberhasilan pemerintah Indonesia dalam menerbitkan obligasi pada masa covid-19 pada April lalu sebesar USD4,3 miliar dan menandakan kembalinya MIND ID pada pasar obligasi global sejak penerbitan obligasi pada 2018 lalu.
 
Pendanaan yang diterima MIND ID dari obligasi tersebut akan digunakan untuk membayar utang yang akan jatuh tempo atau membeli kembali sebagian dari total obligasi senilai USD4 miliar yang pernah diterbitkan perusahaan pada 2018.
 
Rinciannya senilai USD1 miliar dengan tingkat kupon sebesar 5,230 persen dan tenor hingga 2021, dan senilai USD1,25 miliar dengan tingkat kupon sebesar 5,710 persen dan tenor hingga 2023. Kemudian untuk mengakuisisi strategis perusahaan-perusahaan yang dapat mendukung mandat MIND ID serta membantu pelunasan pembiayaan-pembiayaan anak usaha holding.
 
"Jadi untuk akuisisi danrefinancing. Kita mau akuisisi Vale, kita siakan itu. Kita akan beli saham, bisa saham baru atau saham lama. Tapi kemungkinan saham lama. Jadi bagian dari obligasi yang kita dapatkan salah satunya untuk akuisisi atau membeli Vale," jelas Orias.
 
Untuk penerbitan ini, obligasi global MIND ID mendapatkan peringkat Baa2 dari Moody’s dan BBB- dari Fitch. Obligasi ini akan didaftarkan di Singapore Exchange Securities Trading Limited (SGX-ST). Tidak ada aset maupun saham yang dijaminkan oleh Inalum dan anak usaha dalam penerbitan obligasi ini.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif