Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Ingat, Begini Cara Bedakan Pinjol Legal dan Ilegal

Ekonomi OJK Fintech Pinjaman Online Pinjol ilegal
Eko Nordiansyah • 22 Oktober 2021 19:08
Jakarta: Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menilai ada sejumlah ciri yang bisa menjadi acuan masyarakat dalam membedakan layanan pinjaman online (pinjol) yang legal dan ilegal. Pasalnya jika dilihat dengan seksama, maka akan sangat mudah mengetahui perbedaan antara pinjol legal dan ilegal.
 
Ketua Klaster Pendanaan Multiguna AFPI Rina Apriana mengatakan, perbedaan pinjol legal dan ilegal yang pertama adalah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Secara kasat mata, ia mengatakan, customer bisa mengetahui kalau pinjol itu ilegal karena dia tidak terdaftar dan tidak berlisensi OJK sehingga tidak ada yang mengatur.
 
"Sebetulnya mudah kalau customer mau mengecek. Misalnya ada penawaran, langsung cek saja di aplikasinya OJK. Di situ bisa kelihatan 106 fintech yang terdaftar dan diawasi OJK," kata dia dalam video conference, Jumat, 22 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua, media yang digunakan untuk perusahaan financial technology (fintech) legal yang merupakan anggota AFPI biasanya tersedia di Play Store atau Apps Store resmi. Sementara pada pinjol ilegal, biasanya mereka akan sangat agresif menawarkan layanannya melalui pesan singkat ataupun SMS ke nomor handphone.
 
"Kalau fintech yang ilegal, mereka sangat agresif membombardir customer-customer itu dengan SMS, penawaran-penawaran melalui SMS. Sebetulnya juga sangat kelihatan, agresifitasnya juga beda. Jadi kalau misal dengan dibombardir SMS dan sebagainya, itu harus agak-agak curiga, walaupun nanti tetap perlu cek di website OJK," ungkapnya.
 
Selanjutnya, ia menambahkan, bunga dan waktu pinjaman yang ditawarkan oleh para pinjol ilegal ini biasanya tidak jelas karena tidak ada aturan yang pasti. Misalnya bunga pinjaman yang berubah-ubah serta waktu pinjaman yang tidak sesuai. Sementara pinjol legal akan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan OJK.
 
"Jangka pinjamannya juga dibilang 30 hari, tapi dua minggu sudah ditagih, yang seperti-seperti itu. Itu perlu diwaspadai. Kemudian juga kalau liat website-nya, alamatnya tidak jelas, sering berganti-ganti lokasi. Karena kalau fintech yang legal, terdaftar diawasi OJK itu di website-nya clear, ada alamatnya, ada pengurus dan sebagainya," pungkas dia.
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif