Ia percaya arah kebijakan ekonomi yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto mampu memberi sentimen positif bagi perekonomian nasional, termasuk penguatan rupiah.
Optimisme itu disampaikan Surya Paloh usai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI terkait pemaparan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027 di kompleks parlemen, Jakarta.
“Selain optimisme apalagi yang kita punya? Itu barangkali yang perlu kita pahami. Modal kita yang terakhir adalah optimisme itu sendiri,” kata Surya ditemui usai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 20 Mei 2026.
Ia berharap publik juga bisa menjaga optimisme tersebut.
“Tinggal optimisme itu. Kalaupun itu selesai, ya, kita tidak punya apa-apa lagi,” ujarnya.
Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu siang pukul 13.17 WIB, rupiah tercatat menguat 16 poin atau 0,09 persen menjadi Rp17.690 per USD.
| Baca juga: Perdagangan Pagi, Rupiah Bergerak Menuju Rp17.691/USD |
Pidato Prabowo dinilai bangun semangat patriotisme
Menurut dia, pidato Presiden membangun semangat patriotisme, terutama mengenai penekanan pentingnya berpegang teguh pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar Tahun 1945 tentang sistem perekonomian nasional.Surya pun mengingatkan bahwa kebijakan ekonomi makro dan fiskal harus didukung dengan komitmen bersama.
Diketahui, pemerintah menargetkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bergerak berada pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 dalam KEM-PPKF Tahun Anggaran 2027.
"Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia," kata Presiden Prabowo dalam rapat paripurna DPR RI saat memaparkan dokumen KEM-PPKF 2027.
Target asumsi makro tersebut ditetapkan pemerintah di tengah tekanan berat pada mata uang domestik yang sempat menyentuh rekor terlemah sepanjang sejarah di level Rp17.706 per USD pada penutupan perdagangan pasar spot pertengahan Mei 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News