Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya harga obat-obatan, pemanfaatan teknologi medis, serta tingginya ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku obat dan alat kesehatan impor yang juga terdampak dari nilai tukar yang fluktuatif.
| Baca juga: Bencana Datang, Perlukah Asuransi Jadi Prioritas Keluarga? |
Sebagai contoh, di jaringan rumah sakit rekanan PRUPriority Hospitals misalnya, rata-rata biaya operasi usus buntu meningkat dari sekitar Rp55 juta pada 2023 menjadi Rp69 juta pada 2025, menggambarkan bagaimana biaya pengobatan terus meningkat dari tahun ke tahun.
Pengalaman Monica Yunitasari (33) menjadi gambaran bagaimana kebutuhan akan asuransi kesehatan terus berkembang dan memiliki peran penting dalam kehidupan. Menjadi sehat bukan hanya tentang menjaga gaya hidup, tetapi juga memastikan dirinya memiliki perlindungan yang dapat diandalkan ketika risiko datang tanpa diduga.
Bagi Monica, menjaga kesehatan telah menjadi bagian dari kesehariannya. Ia rutin berolahraga di gym dan pilates, menjaga pola makan, serta membiasakan diri tidur sebelum pukul 22.00. Menurutnya, hidup sehat adalah investasi jangka panjang.
Namun, sebuah pengalaman pribadi mengubah cara pandangnya bahwa menjaga pola hidup sehat saja belum cukup apabila tanpa diiringi dengan memiliki perlindungan kesehatan. Tiga tahun lalu, merupakan titik awal di mana Monica akhirnya mulai terfikir untuk memiliki perlindungan berupa asuransi kesehatan.
Pada saat itu, Monica kehilangan beberapa teman di usia yang masih relatif muda meski sebagian dari mereka telah memiliki asuransi kesehatan. Namun, menurutnya perlindungan yang dimiliki oleh temannya belum sepenuhnya bisa memenuhi kebutuhannya apabila suatu hari nanti terjadi risiko saat menghadapi kondisi kritis.
"Jujur kaget banget ketika tahu beberapa teman meninggal di usia muda membuat saya sadar bahwa selain menjaga kesehatan, kita juga perlu memiliki perlindungan yang benar-benar komprehensif dan bisa diandalkan saat dibutuhkan," ujar Monica.
Akhirnya pengalaman tersebut mendorong Monica untuk memiliki perlindungan berupa asuransi kesehatan yang bisa menjadi jaring pengaman ketika risiko kesehatan hadir tanpa diduga. Monica juga mengungkapkan keputusannya tersebut menjadi semakin relevan saat ini di tengah meningkatnya biaya layanan kesehatan yang terus meningkat setiap tahunnya.
Chief Health Officer Prudential Indonesia, Yosie William Iroth, mengatakan penting bagi perusahaan untuk terus memahami kebutuhan Nasabah dan menghadirkan perlindungan yang relevan dengan perjalanan hidup mereka. Menurutnya, pengalaman nasabah tidak hanya ditentukan ketika mereka membutuhkan layanan atau mengajukan klaim, tetapi juga dari bagaimana perusahaan hadir untuk membantu nasabah mempersiapkan diri sebelum risiko terjadi melalui upaya-upaya preventif yang kita lakukan bersama.
“Kenaikan biaya kesehatan yang terus melampaui inflasi umum menjadi pengingat bahwa kesehatan dan ketahanan finansial kini semakin tidak terpisahkan. Oleh karena itu, masyarakat membutuhkan perlindungan kesehatan yang berkelanjutan, yang tidak hanya hadir ketika terjadi risiko, tetapi juga mendorong perilaku hidup sehat sehari-hari. Kami percaya bahwa masa depan perlindungan kesehatan bukan hanya tentang membayar klaim, tetapi membantu masyarakat hidup lebih sehat, lebih terlindungi, dan lebih siap menghadapi berbagai ketidakpastian di masa depan. Semangat ini sejalan dengan komitmen Prudential untuk mewujudkan janji, jadi nyata bagi setiap nasabah, melalui perlindungan yang relevan, layanan yang mudah diakses, serta dukungan yang membantu mereka menjaga kesehatan dan mencapai masa depan yang lebih baik," ujar Yosie.
Bagi Monica, memiliki perlindungan berupa asuransi kesehatan merupakan langkah yang tepat, meski tetap disiplin berolahraga, menjaga pola makan, dan beristirahat cukup, ia percaya bahwa kesehatan tetap menjadi investasi terbaik untuk masa depan.
Dia mengatakan memilih produk asuransi yang membantu mereka dalam menghadapi fenomena kenaikan biaya kesehatan melalui perlindungan yang komprehensif, mulai dari manfaat pra-rawat inap, rawat inap, hingga pasca-rawat inap dan perawatan lanjutan sesuai ketentuan polis.
Selain itu jaringan rumah sakit juga penting. Ribuan jaringan Rumah Sakit di Indonesia, termasuk rumah sakit pemerintah, serta rumah sakit di luar negeri membuat nasabah dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang berkualitas.
Sebaiknya nasabah mendapatkan layanan untuk dapat mengelola polis, mengajukan klaim cashless, serta memantau status penjaminan secara cepat dan transparan dalam satu platform. Kehadiran layanan digital ini memungkinkan nasabah mendapatkan akses perlindungan yang lebih sederhana, praktis, dan memberikan rasa tenang saat mereka paling membutuhkannya.