Ilustrasi. FOTO: MI/USMAN ISKANDAR
Ilustrasi. FOTO: MI/USMAN ISKANDAR

BI: Bisnis Kuliner UMKM Perlu Dioptimalkan

Antara • 15 September 2022 07:45
Palembang: Bank Indonesia (BI) menilai bisnis kuliner dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perlu dioptimalkan. Pasalnya potensi ini didukung oleh tingkat konsumsi masyarakat yang tinggi terhadap makanan dan minuman sehingga bisa berdampak terhadap perekonomian.
 
Kepala Bank Indonesia Provinsi Sumatra Selatan Erwin Soeriadimadja mengatakan kegiatan pangan kreatif yang dilakukan kalangan UMKM perlu diperluas pangsa pasarnya karena peluang untuk berkembang saat ini terbuka lebar.
 
"Peluang didorong oleh konsumsi makanan dan minuman yang mencapai 57 persen dari total konsumsi rumah tangga,” kata Erwin, setelah menghadiri acara peluncuran program Beli Kreatif produk UMKM oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, di Palembang, dikutip dari Antara, Kamis, 15 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya bisnis kuliner UMKM ini juga berpeluang berkembang lantaran BI mencatat kontribusi industri makanan dan minuman mencapai 50 persen dari total konsumsi masyarakat. Oleh karena itu, tak heran jika saat ini pertumbuhan industri pangan kreatif yang digagas kalangan pelaku UMKM tergolong pesat.
Baca: Demi Tekan Inflasi, Badan Pangan Nasional Terbitkan Regulasi Penyaluran CBP

Hanya saja, ia menilai, masih perlu dioptimalkan sehingga bisa berdampak lebih besar seperti peningkatan omset hingga peningkatan jumlah tenaga kerja. Berdasarkan data terkini, pelaku UMKM kuliner mencapai 21,44 persen jika dibandingkan dengna subsektor lain.
 
Oleh karena itu, Sumsel yang memiliki sejumlah pangan khas yang sudah menembus pasar nasional seperti pempek sepatutnya tak boleh tertinggal dalam pengembangannya. “Kuncinya harus banyak inovasi,” kata dia.
 
Ia menambahkan pengembangan sektor UMKM ini perlu mendapatkan dukungan dari beragam pihak, mulai dari pemerintah hingga kalangan swasta. Karena, sektor UMKM yang sempat terdampak pandemi covid-19 diyakini hingga kini masih menjadi penggerak ekonomi di daerah.
 
Namun, disadari bahwa upaya ini berjalan cukup kompleks karena saat ini perekonomian domestik sedang terpengaruh oleh angka inflasi yang relatif tinggi.
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif