Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Penempatan Dana Investasi Asuransi Tak Terpengaruh Gejolak

Ekonomi bei asuransi jiwa
Media Indonesia • 12 Maret 2020 10:45
Jakarta: Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebutkan meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mengalami gejolak, penempatan dana investasi pada industri asuransi jiwa tidak akan terpengaruh.
 
"Asuransi itu sifatnya jangka panjang, kami tidak over reacted, klien juga rata-rata tidak over reacted, artinya tidak melihat harga saham turun, mereka langsung berduyun-duyun switching, tidak seperti itu," kata Ketua Bidang Aktuaris dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan, di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020.
 
AAJI mencatat selama 2019 komposisi penempatan dana investasi sebanyak 33,4 persen berada di instrumen reksa dana, kemudian pasar saham (31,9 persen), surat berharga negara atau SBN (15,3 persen), dan deposito (4,5 persen).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, berdasarkan pengalaman sebelumnya, bahkan ketika krisis finansial 2008 saat harga saham merosot, justru menjadi waktu yang bagus untuk membeli saham karena harga yang rendah.
 
Pihaknya juga meyakinkan para nasabah bahwa kondisi pasar saham akan kembali stabil dan tidak akan banyak perubahan signifikan dari sisi komposisi penempatan investasi.
 
Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan nasabah yang membeli produk asuransi proteksi tidak terpengaruh dengan pergerakan IHSG karena bersifat jangka panjang.
 
Adapun bagi produk proteksi sekaligus investasi, ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli karena harga per unit dalam asuransi unit link itu menjadi murah meski mengakui ada juga sebagian nasabah yang menunda untuk membeli.
 
"Akan ada (nasabah) membeli nanti, menunggu (saham) naik, tapi akan ada yang tetap membeli karena fokus ke proteksi dan akan ada yang tetap membeli karena waktu yang tepat mengingat harga lagi rendah," katanya.
 
Dalam kesempatan berbeda, Kementerian BUMN meminta pengelola dana pensiun (dapen) perusahaan milik negara untuk turut serta melakukan penetrasi ke pasar dalam rangka membantu stabilitas pergerakan saham di dalam negeri.
 
"Kita akan menggalang dana pensiun dan Taspen untuk juga ikut masuk membantu supaya pergerakan saham kembali stabil," ujar Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoadmojo di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif