Ilustrasi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS - - Foto: Antara/ Aprillio Akbar
Ilustrasi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS - - Foto: Antara/ Aprillio Akbar

Rupiah Tertekan Imbas Pembayaran Dividen

Ekonomi setoran dividen Kurs Rupiah rupiah terpuruk
Annisa ayu artanti • 03 Juli 2020 14:32
Jakarta: Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai pelemahan nilai tukar rupiah dalam sepekan terakhir terjadi imbas pembagian dividen oleh sejumlah perusahaan multinasional. Pembayaran dividen tersebut membutuhkan dolar Amerika Serikat dalam jumlah banyak.
 
"Pelemahan ini cenderung disebabkan oleh meningkatnya permintaan dolar Amerika Serikat sejalan dengan jadwal pembayaran dividen dari beberapa perusahaan multinasional di dalam negeri," kata Josua kepadaMedcom.id, Jumat, 3 Juli 2020.
 
Josua menjelaskan sentimen gelombang kedua virus korona (covid-19) juga turut membayangi dan membatasi penguatan rupiah. Selain itu, proyeksi IMF terkait pertumbuhan ekonomi global dan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 yang dipangkas semakin menahan penguatan rupiah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam jangka pendek permintaan dolar Amerika Serikat di dalam negeri cenderung relatif meningkat," sebutnya.
 
Namun demikian, kebijakan stimulus ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah dan penurunan suku bunga Bank Indonesia berpotensi mendorong pemulihan ekonomi Indonesia dalam jangka pendek. Termasuk pergerakan positif mata uang Garuda tersebut.
 
"Nilai tukar rupiah diperkirakan akan cenderung stabil sesuai dengan kondisi fundamental ekonomi nasional," tambah dia.
 
Disisi lain, terdapat sentimen positif bahwa investor asing masih cenderung membukukannet foreign inflowterutama dari pasar obligasi. Tercatat, investor asing pada periode 18 Juni hingga 29 Juni di pasar obligasi membukukannet foreign inflowsebesar USD451,15 juta.
 
Sementara dari sisi pasar saham, investor asing membukukannet outflowsebesar USD309,09 juta, dan secara total investor asing masih membukukannet foreign inflowsebesar USD141,26 juta dari pasar saham dan obligasi.
 
"Di tengah masuknya dana asing di pasar keuangan domestik, pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan didominasi oleh permintaan dolar Amerika Serikat dalam negeri," tukasnya.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif