Buat investor, perubahan tersebut justru menciptakan peluang sekaligus risiko baru. Sejumlah sektor yang berkaitan dengan kebutuhan dasar dan solusi menghadapi perubahan cuaca berpotensi mendapat manfaat ketika dampak El Nino makin terasa.
Merangkum dari laman BCA Prioritas, Kamis, 8 Oktober 2026, riset MSCI pada 2026 menunjukkan bisnis yang menyediakan solusi untuk menghadapi perubahan iklim dan cuaca telah menghasilkan pendapatan lebih dari USD1 triliun per tahun secara global.
Di sisi lain, riset Ceres pada 2026 memperkirakan investasi pada metode pertanian yang lebih tahan terhadap perubahan cuaca berpotensi membantu perusahaan pangan mempertahankan laba hingga USD500 juta per tahun.
Lantas, sektor apa saja yang bisa dicermati investor?
1. Teknologi Pertanian
Sektor pertanian menjadi salah satu yang paling langsung terdampak perubahan cuaca. Ketika suhu meningkat, kekeringan terjadi, atau kondisi tanah berubah, petani membutuhkan teknologi yang bisa membantu menjaga produktivitas.Peluang tersebut bisa datang dari perusahaan yang mengembangkan benih, perlindungan tanaman, hingga teknologi untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap tekanan cuaca.
Salah satu perusahaan yang dapat dicermati adalah Croda International. Perusahaan ini mengembangkan produk peningkatan kualitas benih yang dirancang untuk membantu tanaman menghadapi tekanan lingkungan. Namun, investor tetap perlu melihat bisnis Croda secara keseluruhan karena sumber pendapatannya tidak hanya berasal dari sektor pertanian.
2. Pengelolaan Air
Ketika pasokan air tertekan, kebutuhan terhadap pengolahan, distribusi, hingga penggunaan kembali air ikut meningkat. Kondisi tersebut membuat perusahaan yang bergerak di sektor pengelolaan air menjadi salah satu sektor yang menarik untuk dicermati dalam jangka panjang.Veolia, misalnya, mencatat pendapatan bisnis air tumbuh 2 persen pada kuartal I-2026. Pertumbuhan ini menunjukkan adanya permintaan terhadap layanan air, meski investor tetap perlu memperhatikan biaya operasional dan kemampuan perusahaan menjaga profitabilitas.
Dengan kata lain, peluang di sektor air bukan sekadar soal meningkatnya kebutuhan, tetapi juga seberapa efisien perusahaan mampu mengelola bisnisnya.
3. Saham Energi dan Material
Dampak El Nino juga bisa merembet ke harga berbagai komoditas. Perubahan pasokan pangan, gangguan perdagangan, hingga perubahan permintaan dapat menambah tekanan inflasi.Dalam kondisi inflasi tinggi yang dibarengi perlambatan pertumbuhan ekonomi, sektor energi dan material secara historis memiliki kinerja yang relatif baik, menurut riset Schroders 2026.
Investor bisa mencermati perusahaan energi maupun produsen bahan baku dengan kondisi keuangan yang sehat sebagai bagian dari diversifikasi portofolio.
Tetapi ada catatan penting. Dampak El Nino tidak selalu membuat semua komoditas naik bersamaan. Laporan Allianz menunjukkan fenomena tersebut dapat mendorong kenaikan harga sebagian komoditas, tetapi justru menekan harga komoditas lainnya. Karena itu, investor perlu lebih selektif dalam memilih perusahaan dan komoditas yang memiliki prospek paling sesuai dengan kondisi pasar.
4. Obligasi Bencana atau Catastrophe Bonds
Peluang investasi juga datang dari instrumen yang mungkin masih asing bagi sebagian investor, yakni catastrophe bonds atau obligasi bencana.Instrumen ini memberikan imbal hasil kepada investor sebagai kompensasi karena mereka ikut menanggung risiko kerugian apabila bencana tertentu yang tercantum dalam obligasi terjadi.
El Nino sendiri umumnya berkaitan dengan penurunan aktivitas badai di Atlantik. Namun, risiko badai tetap ada, menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).
Investor dapat memperoleh eksposur terhadap instrumen tersebut melalui produk seperti KRC Cat Bond UCITS ETF yang memiliki portofolio obligasi terkait berbagai risiko bencana. Namun, risikonya juga tidak kecil. Jika peristiwa bencana yang ditanggung benar-benar terjadi sesuai ketentuan instrumen, sebagian modal investor bahkan bisa berkurang.
5. Reksa Dana Indeks dengan Sektor Defensif
Buat investor yang tidak ingin memilih saham satu per satu, reksa dana indeks saham dengan eksposur ke sektor defensif bisa menjadi alternatif yang perlu dicermati.Sektor barang kebutuhan pokok atau consumer staples, misalnya, cenderung lebih tahan ketika pertumbuhan ekonomi melemah. Alasannya sederhana, masyarakat tetap membutuhkan makanan, minuman, produk rumah tangga, dan kebutuhan sehari-hari meskipun kondisi ekonomi sedang kurang baik.
Riset Schroders juga menunjukkan sektor barang kebutuhan pokok relatif tangguh ketika pertumbuhan ekonomi melemah karena permintaannya tidak terlalu bergantung pada siklus ekonomi.
Reksa dana indeks yang memiliki porsi pada sektor barang kebutuhan pokok maupun energi dapat menjadi salah satu cara untuk mendapatkan diversifikasi tanpa harus membeli banyak saham secara individual.
Dampak El Nino memang dapat membuka peluang bagi sejumlah sektor, terutama bisnis yang berkaitan dengan pangan, air, energi, material, dan solusi menghadapi perubahan cuaca.
Namun, kondisi tersebut tidak otomatis membuat saham atau instrumen di sektor-sektor tersebut pasti menguntungkan. Dampak El Nino bisa berbeda antarwilayah, komoditas, dan perusahaan.
Karena itu, investor tetap perlu melihat fundamental perusahaan, valuasi, kondisi keuangan, serta risiko masing-masing instrumen sebelum mengambil keputusan investasi.