Investasi. Foto: Medcom.id.
Investasi. Foto: Medcom.id.

Diversifikasi Aset Jadi Strategi Optimalkan Imbal Hasil Investasi

Arif Wicaksono • 05 Oktober 2026 20:40
Ringkasnya gini..
  • Diversifikasi aset menjadi salah satu strategi penting dalam mengelola investasi jangka panjang.
  • Strategi tersebut semakin relevan di tengah dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi kinerja berbagai kelas aset.
Jakarta: Diversifikasi aset menjadi salah satu strategi penting dalam mengelola investasi jangka panjang. Dengan menempatkan dana pada beragam instrumen investasi, investor dapat memiliki peluang untuk mengoptimalkan imbal hasil sekaligus mengelola risiko yang muncul dari perubahan kondisi pasar.

Strategi tersebut semakin relevan di tengah dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi kinerja berbagai kelas aset. Karena itu, investor perlu mempertimbangkan komposisi aset berdasarkan tujuan finansial, jangka waktu investasi, serta profil risiko masing-masing.
 
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% secara tahunan pada Triwulan II 2026. Sementara secara kumulatif, ekonomi Indonesia pada Semester I 2026 tumbuh 5,45% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Bank Indonesia juga menilai sistem keuangan Indonesia tetap kuat dan solid dengan stabilitas makroekonomi yang tetap terjaga. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung masyarakat untuk terus menyusun perencanaan keuangan jangka panjang secara lebih terarah.

Diversifikasi pada dasarnya tidak berarti menghilangkan risiko investasi. Namun, penyebaran dana ke sejumlah aset dengan karakteristik berbeda dapat menjadi bagian dari strategi pengelolaan risiko karena kinerja setiap instrumen tidak selalu bergerak dalam arah yang sama.

Dengan strategi tersebut, investor tidak hanya mengandalkan satu sumber potensi imbal hasil. Ketika salah satu aset menghadapi tekanan, aset lain dalam portofolio berpotensi memberikan kinerja yang berbeda sehingga dapat membantu menjaga keseimbangan portofolio secara keseluruhan.

Pentingnya diversifikasi juga terlihat dari perkembangan industri asuransi jiwa, khususnya produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pendapatan premi PAYDI/Unit Link pada Semester I 2026 tumbuh 10,3% menjadi Rp35,73 triliun. Sementara itu, premi bisnis baru PAYDI/Unit Link meningkat 34,5% menjadi Rp19,78 triliun.

Dari sisi metode pembayaran, pendapatan premi tunggal tercatat meningkat 26,3% menjadi Rp40,76 triliun. Sementara bancassurance tetap menjadi kanal distribusi terbesar dengan pendapatan premi mencapai Rp41,58 triliun atau tumbuh 17,9%.

Dalam mengelola portofolio, diversifikasi juga perlu dilakukan secara terencana. Investor perlu memahami karakteristik setiap aset, termasuk potensi imbal hasil, tingkat risiko, likuiditas, serta jangka waktu investasi sebelum menentukan alokasi dana.

Pendekatan tersebut menjadi semakin penting ketika kebutuhan finansial seseorang berkembang. Pada fase produktif, misalnya, investor dapat memiliki tujuan seperti menyiapkan dana pendidikan anak, membeli aset, membangun dana pensiun, hingga mempersiapkan perlindungan bagi keluarga.

Seiring bertambahnya aset, kebutuhan finansial juga dapat berkembang dari sekadar mengumpulkan kekayaan menjadi bagaimana aset tersebut dikelola dan dikembangkan secara berkelanjutan. Karena itu, diversifikasi dapat menjadi salah satu bagian dari strategi pengelolaan kekayaan dalam jangka panjang.

Presiden Direktur Great Eastern Life Indonesia Nina Ong mengatakan kebutuhan finansial nasabah terus berkembang seiring perjalanan hidup. Menurutnya, setelah aset terbentuk, perhatian tidak hanya tertuju pada pertumbuhan aset, tetapi juga bagaimana aset tersebut dikelola secara lebih terencana.

“Setelah membangun aset, kebutuhan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan aset, tetapi juga bagaimana aset tersebut dapat dikelola secara lebih terencana dan terdiversifikasi sesuai dengan tujuan finansial masing-masing,” ujar Nina.

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, Great Eastern Life Indonesia mengembangkan GREAT Investlink Protection sebagai produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) multicurrency. Produk ini mengombinasikan manfaat perlindungan jiwa dengan pilihan Dana Investasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, tujuan finansial, jangka waktu, dan profil risiko nasabah.

GREAT Investlink Protection dipasarkan melalui jalur bancassurance di OCBC dengan skema pembayaran Premi Tunggal. Produk tersebut memberikan pilihan mata uang Rupiah, USD, dan SGD yang dapat menjadi salah satu alternatif bagi nasabah dalam menyusun strategi keuangan.

Sejak pertama kali dipasarkan pada Maret 2023, GREAT Investlink Protection terus dikembangkan dengan memperluas pilihan bagi nasabah. Setelah hadir dalam mata uang Rupiah, produk tersebut diperluas dengan pilihan USD pada Desember 2025 dan kemudian pilihan SGD pada Mei 2026.

Pilihan mata uang yang lebih beragam memberikan fleksibilitas bagi nasabah dalam menyesuaikan strategi keuangan dengan kebutuhan masing-masing. Namun, pilihan tersebut tetap perlu dipertimbangkan secara hati-hati karena setiap instrumen maupun mata uang memiliki karakteristik dan risiko yang berbeda.

Respons terhadap pengembangan produk tersebut juga terlihat dari kontribusinya terhadap bisnis bancassurance Great Eastern Life Indonesia. Hingga Agustus 2026, GREAT Investlink Protection berkontribusi lebih dari 50% terhadap total produksi bancassurance secara year-to-date (YTD).

Nina mengatakan capaian tersebut menunjukkan kebutuhan nasabah terhadap solusi keuangan yang dapat disesuaikan dengan berbagai tujuan finansial. Menurutnya, diversifikasi dan fleksibilitas perlu berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap risiko investasi.

“Nasabah semakin membutuhkan solusi yang dapat disesuaikan dengan berbagai tujuan finansial. Dengan hadirnya versi SGD, kami semakin memperkuat komitmen untuk menyediakan produk yang relevan, sekaligus menjaga fungsi utama asuransi sebagai perlindungan bagi nasabah dan keluarga,” kata Nina.

Sebagai PAYDI dengan pilihan mata uang yang beragam, GREAT Investlink Protection menyediakan sejumlah Dana Investasi dengan karakteristik berbeda. Pilihan tersebut memungkinkan nasabah menyesuaikan strategi investasinya dengan kebutuhan dan profil risiko.

Vonny Wibowo, Wealth Management and Funding Product OCBC, mengatakan diversifikasi merupakan bagian penting dalam pengelolaan kekayaan secara berkesinambungan. “Bagi OCBC, wealth management adalah tentang mengembangkan sekaligus melindungi kekayaan secara berkesinambungan. GREAT Investlink Protection memberikan keleluasaan bagi nasabah untuk mendiversifikasi investasinya, termasuk melalui pilihan mata uang asing,” ujarnya.

Meski demikian, diversifikasi bukan berarti seluruh aset harus ditempatkan pada sebanyak mungkin instrumen. Strategi tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan dan tujuan masing-masing investor. Pemahaman terhadap manfaat dan risiko setiap instrumen menjadi dasar sebelum menentukan alokasi aset.

Pada produk PAYDI, misalnya, nilai investasi dapat mengalami kenaikan maupun penurunan mengikuti kinerja Dana Investasi yang dipilih. Karena itu, nasabah perlu memahami karakteristik produk, biaya, risiko, serta potensi hasil sebelum mengambil keputusan investasi.

Dengan perencanaan yang tepat, diversifikasi aset dapat menjadi salah satu strategi untuk menjaga keseimbangan antara potensi imbal hasil dan risiko. Strategi tersebut juga dapat membantu investor menghadapi perubahan kondisi pasar sekaligus menjaga agar pengelolaan aset tetap sejalan dengan tujuan finansial jangka panjang.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan