Ilustrasi IHGS melemah. Foto: MI
Ilustrasi IHGS melemah. Foto: MI

IHSG Melemah Tipis di Awal Perdagangan, Ini Faktor yang Membayangi Pasar

Annisa ayu artanti • 26 Mei 2026 10:00
Ringkasnya gini..
  • IHSG hari ini dibuka turun 4,55 poin ke level 6.201,80.
  • Sentimen global dan negosiasi Iran-AS masih memengaruhi pasar saham.
  • Secara teknikal, IHSG berpeluang rebound menuju level 6.300.
Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali jadi perhatian investor pada perdagangan Selasa pagi. 
 
Setelah sempat menguat di sesi sebelumnya, IHSG hari ini dibuka melemah tipis di tengah sentimen global dan aksi wait and see pelaku pasar.
 
Melansir Antara, Selasa, 26 Mei 2026 IHSG dibuka turun 4,55 poin atau 0,07 persen ke level 6.201,80. Sementara itu, kelompok saham unggulan yang tergabung dalam Indeks LQ45 juga ikut terkoreksi. LQ45 turun 1,83 poin atau 0,29 persen ke posisi 629,38.

Investor masih pantau sentimen global

Pergerakan IHSG hari ini masih dipengaruhi berbagai sentimen eksternal. Salah satunya berasal dari pasar saham Amerika Serikat yang tutup sementara karena libur Memorial Day pada Senin, 25 Mei 2026.

Libur perdagangan di Wall Street membuat aktivitas pasar global cenderung lebih terbatas. Investor pun memilih mencermati perkembangan sentimen geopolitik dan arah kebijakan ekonomi global sebelum mengambil posisi lebih agresif.
 
Selain itu, pasar juga masih memonitor perkembangan negosiasi damai Iran dan Amerika Serikat yang dinilai dapat meredakan tekanan geopolitik global.
 
Jika tensi geopolitik mereda, hal tersebut berpotensi memberi sentimen positif terhadap pasar saham dan pergerakan aset berisiko, termasuk IHSG.
 
Baca juga: Ikuti Bursa Asia, IHSG Dibuka Naik 0,12%

Saham perbankan masih jadi penopang

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG berhasil ditutup menguat 0,72 persen ke level 6.206. Penguatan tersebut ditopang sektor perbankan meskipun investor asing masih membukukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp1,07 triliun.
 
Selain sentimen global, pasar domestik juga merespons positif penundaan implementasi penuh kebijakan ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) hingga 2027.
 
Kebijakan tersebut dianggap memberi ruang penyesuaian lebih panjang bagi pelaku usaha dan industri terkait.
 
Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menyatakan secara teknikal, jika IHSG berhasil bertahan di area support 5.900-6.100 dan berpeluang melanjutkan rebound terbatas menuju resistance 6.250-6.300. 
 
"Pergerakan pasar masih cenderung volatile seiring pelaku pasar mencermati perkembangan negosiasi Iran-AS, rebalancing MSCI, serta potensi profit taking jelang libur panjang bursa," jelas tim riset.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan