IHSG dibuka melemah 3,65 poin atau 0,06 persen ke level 6.118,04. Sementara itu, indeks LQ45 turun 1,32 poin atau 0,22 persen ke posisi 606,84.
Pergerakan tersebut melanjutkan tekanan pada perdagangan sebelumnya. Pada Selasa, 29 September 2026, IHSG ditutup turun 0,43 persen ke level 6.121,70 setelah sempat anjlok hingga 6.013,08 sebelum memangkas pelemahan.
Rupiah dan Harga Minyak Jadi Perhatian
Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, pada perdagangan kemarin tekanan pasar dipicu oleh rupiah yang menembus Rp18.000 per USD, kenaikan yield US Treasury 10Y di atas 5,2 persen, serta harga Brent yang bertahan di atas USD107 per barel.Selain itu, pasar masih berada dalam fase adaptasi terhadap kebijakan baru BEI terkait batas minimum harga saham Rp1.
Tim juga mengatakan, untuk perdagangan hari ini fokus tertuju pada perkembangan harga minyak dan stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian geopolitik.
"Harga Brent terkoreksi ke sekitar USD104 per barel seiring rencana pelepasan cadangan minyak strategis AS dan pemulihan jalur ekspor Saudi," kata tim riset.
Di samping itu, penguatan dolar AS dan ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih hawkish juga masih membayangi pasar.
Data Ekonomi RI jadi Perhatian Investor
Lebih lanjut, dari domestik, investor juga mencermati rilis data perdagangan Agustus dan inflasi September serta respons BI dalam menjaga stabilitas rupiah."Secara teknikal, IHSG berpotensi bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah, meskipun terdapat indikasi technical rebound setelah terjadi rejection di area psikologis 6.000," tuturnya.
Tim riset pun menyebut support berada di 6.000, diikuti 5.854, sementara resistance terdekat di 6.200 dan 6.375.
"Selama belum mampu menembus 6.200, indeks masih berisiko melanjutkan tekanan; sebaliknya, breakout level tersebut dapat membuka peluang pemulihan teknikal," imbuhnya.
Saham Pilihan Hari Ini
Di tengah kondisi IHSG yang masih dibayangi sentimen eksternal dan domestik, sejumlah saham masuk dalam radar perdagangan hari ini.- PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR)
- PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).