DBS Bank. Foto: Istimewa.
DBS Bank. Foto: Istimewa.

DBS Andalkan AI dan Wealth Management sebagai Mesin Pertumbuhan Bisnis

Arif Wicaksono • 25 Juni 2026 12:38
Ringkasnya gini..
  • Sepanjang 2025, segmen wealth management mencatat pertumbuhan 11% secara tahunan (year-on-year/YoY) dengan total Assets Under Management (AUM) mencapai SGD5,447 miliar.
  • Sementara itu, pengembangan AI menjadi salah satu fokus utama transformasi Bank DBS Indonesia menuju visi sebagai Best AI-enabled Bank with a Heart.
Jakarta: PT Bank DBS Indonesia memperkuat pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan bisnis wealth management sebagai pendorong utama pertumbuhan di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perubahan cepat lanskap industri keuangan.
 
Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong mengatakan sektor perbankan kini tidak lagi hanya berperan sebagai penyedia pembiayaan, melainkan menjadi mitra strategis yang membantu nasabah memahami risiko, membaca peluang, dan mengambil keputusan secara lebih cepat dan tepat.
 
Baca juga:  Pensiun Nggak Susah! Bank DBS Indonesia Ungkap Cara Menyiapkan Masa Tua

"Perbankan telah berevolusi menjadi lebih strategis, tidak hanya sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra tepercaya yang membantu nasabah memahami perubahan dan menangkap peluang baru. Dengan memanfaatkan teknologi, termasuk AI, kami menghadirkan wawasan yang lebih cepat, relevan, dan mendalam bagi nasabah," ujar Lim Chu Chong dalam keteranganya. 
 
Menurut dia, nilai tambah industri perbankan ke depan tidak lagi ditentukan semata oleh besarnya pembiayaan yang disalurkan, tetapi juga kemampuan memberikan insight yang membantu nasabah menavigasi dinamika ekonomi dan pasar yang semakin kompleks.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Bank DBS Indonesia mengandalkan DBS Research dan CIO Insights yang menyediakan analisis makroekonomi, tren pasar, dan strategi investasi bagi nasabah individu maupun korporasi. Layanan ini menjadi bagian dari pendekatan wealth management yang lebih adaptif terhadap perubahan kondisi pasar.
 
Selain itu, DBS juga mengoptimalkan jaringan regional Grup DBS di Asia untuk membantu korporasi memperluas bisnis lintas negara. Dukungan tersebut difokuskan pada sejumlah sektor strategis seperti logam dan pertambangan, pangan dan pertanian, energi, infrastruktur, serta teknologi, media, dan telekomunikasi.
 
Dari sisi bisnis, segmen Wealth Management dan Nasabah Prioritas menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama. Sepanjang 2025, segmen tersebut mencatat pertumbuhan 11% secara tahunan (year-on-year/YoY) dengan total Assets Under Management (AUM) mencapai SGD5,447 miliar.
 
Ke depan, Bank DBS Indonesia berencana memperluas basis nasabah melalui kolaborasi strategis, memperkuat solusi pengelolaan kekayaan berkelanjutan, serta meningkatkan kapabilitas relationship manager agar mampu memberikan rekomendasi yang lebih komprehensif.
 
Di segmen korporasi, DBS juga memperkuat layanan corporate wealth management melalui empat pilar utama, yaitu keahlian industri, inovasi digital, keberlanjutan, dan konektivitas regional. Bank turut menyediakan berbagai solusi treasury untuk kebutuhan investasi, lindung nilai (hedging), dan manajemen risiko.
 
Sementara itu, pengembangan AI menjadi salah satu fokus utama transformasi Bank DBS Indonesia menuju visi sebagai Best AI-enabled Bank with a Heart. Strategi tersebut menekankan pemanfaatan AI yang dipadukan dengan empati, kreativitas, dan pertimbangan manusia dalam memberikan layanan perbankan.
 
Penerapan AI dilakukan dalam tiga area utama. Pertama, meningkatkan pengalaman dan layanan pelanggan melalui analisis perilaku nasabah sehingga bank dapat menawarkan produk yang lebih personal, meningkatkan efektivitas pemasaran, sekaligus memperkuat deteksi fraud.
Kedua, meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas melalui otomatisasi proses serta dukungan pengambilan keputusan berbasis data. Ketiga, membangun tenaga kerja yang siap menghadapi era AI melalui pengembangan kompetensi digital dan data.
 
Bank DBS Indonesia mengungkapkan lebih dari 2.800 karyawan telah mengikuti jalur pembelajaran AI dan data. Perusahaan juga menyediakan akses ke lebih dari 10.000 program pelatihan untuk mendukung peningkatan keterampilan karyawan di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.
 
"Filosofi SDM kami adalah save our people, not jobs. Kami memanfaatkan AI untuk menciptakan kapasitas baru dan mengalihkannya ke area pertumbuhan yang lebih strategis. Kemajuan AI justru membuka peluang munculnya pekerjaan dan tanggung jawab baru di masa depan," kata Lim Chu Chong.
 
Selain mendorong transformasi digital, Bank DBS Indonesia juga memperkuat komitmen keberlanjutan melalui DBS Foundation. Sejak 2024 hingga akhir 2025, DBS Foundation telah mengalokasikan dana hibah lebih dari SGD18,2 juta untuk mendukung bisnis berdampak dan program pemberdayaan masyarakat rentan.
 
Pada 2025, karyawan Bank DBS Indonesia juga mencatat lebih dari 48.500 jam kegiatan sukarela melalui program People of Purpose yang mencakup literasi keuangan dan digital, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan akses nutrisi bagi masyarakat.
 
Lim menegaskan pertumbuhan perbankan di masa depan tidak hanya diukur dari kinerja keuangan, tetapi juga dari kontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
"Pertumbuhan yang relevan ke depan bukan hanya tentang kinerja finansial, tetapi tentang bagaimana perbankan dapat ikut berkontribusi menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan," tutupnya.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan