Ilustrasi. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI
Ilustrasi. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI

Mandiri Syariah Catat Restrukturisasi Rp8 Triliun di Kuartal III

Ekonomi Bank Syariah Mandiri (BSM)
Angga Bratadharma • 11 November 2020 08:46
Jakarta: PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) mencatat telah merestrukturisasi pembiayaan senilai Rp8 triliun di kuartal III-2020. Restrukturisasi pembiayaan itu diberikan kepada lebih dari 28 ribu nasabah di seluruh Indonesia, yang 40 persen di antaranya merupakan nasabah segmen UMKM.
 
Sesuai dengan regulasi POJK, Direktur Risk Management Mandiri Syariah Tiwul Widyastuti mengatakan Mandiri Syariah memperpanjang masa periode restrukturisasi hingga tahun depan. Upaya itu sebagai bentuk dukungan pada nasabah terdampak covid-19 dengan Mandiri Syariah membentuk pola dan skema restrukturisasi bersama bagi nasabahnya.
 
"Pandemi ini menjadi tantangan bagi kita semua. Insya Allah kami akan terus berkomitmen menjaga nasabah untuk survive dan sustain agar dapat terus berkontribusi menjadi roda penggerak perekonomian nasional," ujar Tiwul, dalam keterangan resminya, Rabu, 11 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, saat pandemi, Mandiri Syariah konsisten memberikan kontribusi kepada masyarakat. Salah satu program yang diharapkan bisa memberikan kontribusi tersebut adalah program peduli dan berbagi yang menjadi semangat utama Milad ke-21 Mandiri Syariah. Secara total, program tersebut mencapai Rp24,7 miliar lebih dan menyentuh 30 ribu lebih penerima manfaat.
 
"Insya Allah, kami akan terus memperkuat layanan, meningkatkan inovasi, dan memberikan nilai tambah bagi nasabah dan umat. Optimistis menutup 2020 dengan performa positif dan siap menjadi penopang bank hasil penggabungan," kata Direktur Finance, Strategy, and Treasury Mandiri Syariah Ade Cahyo Nugroho.
 
Sementara itu, Mandiri Syariah membukukan laba sebesar Rp1,07 triliun di kuartal III-2020 atau naik sebanyak 22,66 persen secara tahun ke tahun (yoy). Kenaikan laba terutama didorong oleh perbaikan cost of fund akibat peningkatan rasio dana murah atau Current Account dan Saving Account (CASA).
 
"Kinerja Mandiri Syariah terjaga positif berkat peningkatan fee based income terutama yang disumbang dari layanan digital, produk berbasis emas, dan pendapatan margin pembiayaan konsumer," kata Ade Cahyo Nugroho.
 
Hingga akhir September 2020, Mandiri Syariah mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp106,12 triliun atau naik 17,26 persen dari Rp90,49 triliun per September 2019. Tabungan yang menjadi kontributor dan produk andalan tumbuh 19,12 persen yoy menjadi Rp44,77 triliun dan menjadikan porsi CASA mencapai hingga 59,22 persen dari total DPK.
 
Peningkatan DPK tersebut menjadikan nilai aset Mandiri Syariah mencapai Rp119,43 triliun atau naik 16,19 persen dari September 2019 yang sebesar Rp102,78 triliun. Selama pandemi, Mandiri Syariah berhasil menjaga pertumbuhan pembiayaan dengan kualitas yang masih terjaga baik.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif